Hilangnya jam kerja mendorong penurunan drastias daya beli masyarakat.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional /Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengungkap potensi daya beli masyarakat yang hilang akibat pandemi Covid-19. Selama periode 30 Maret hingga 6 Juni diperkirakan daya beli yang hilang adalah sebesar Rp 362 triliun.
Suharso menuturkan hilangnya jam kerja menyebabkan pendapatan masyarakat berkurang. Sehingga daya beli pun tertekan dan UMKM tidak mendapat pemasukan. Suharso menyatakan langkah pemerintah dalam menyiapkan anggaran sebesar Rp 203,9 triliun untuk social safety net merupakan upaya agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Gawat! Bappenas Sebut Daya Beli Hilang Rp 362 T Gara-gara CoronaKementerian PPN/Bappenas mencatat Indonesia kehilangan daya beli hingga Rp 362 triliun akibat pandemi virus Corona alias COVID-19. Begini penjelasannya: DayaBeliRI via detikfinance
Baca lebih lajut »
Gawat! Bappenas Sebut Daya Beli Hilang Rp 362 T Gara-gara CoronaKementerian PPN/Bappenas mencatat Indonesia kehilangan daya beli hingga Rp 362 triliun akibat pandemi virus Corona alias COVID-19. Begini penjelasannya: DayaBeliRI via detikfinance
Baca lebih lajut »
Daya Jelajah Tesla Model S Ditingkatkan |Republika OnlineTesla Model S Long Range Plus menyajikan daya jelajah hingga 640 kilometer.
Baca lebih lajut »
Merapi Dua Kali Erupsi, Tinggi Kolom Capai Enam Kilometer |Republika OnlineGunung Merapi mengalami dua kali erupso pada Ahad (21/6) pagi.
Baca lebih lajut »
APBD Kabupaten Bekasi untuk Covid-19 Capai Rp1,3 Triliun |Republika OnlineTotal Rp5,9 triliun APBD Kabupaten Bekasi, Rp1,3 triliun di antaranya dipangkas
Baca lebih lajut »
BNPB : Erupsi Merapi Capai Tinggi 6.000 Meter |Republika OnlineErupsi kedua terjadi berselang 14 menit kemudian.
Baca lebih lajut »