Direktur Utama BEI Iman Rachman mengaku, BEI tidak dapat mengontrol performa saham di pasar.
Namun, pihaknya memastikan perusahaan yang masuk sebagai perusahaan tercatat alias emiten memiliki kualitas yang baik."Memang terus terang, harga buka kontrol bursa. Harga terjadi karena supply dan demand," kata Iman dalam konferensi pers secara virtual, dikutip Senin .
"Memang ada beberapa perusahaan harganya memang bisa Rp 50 tapi kinerjanya sebenarnya bagus, tetap profitable dan bagi hasil," ungkapnya. "Kami di bursa termasuk OJK sudah memperketat dari sisi legal, bisnis model, going konsen kita tingkatkan," pungkasnya.Saham PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk ambles ke Rp 17/saham per 27 Juni 2023, sudah berada di bawah di Rp 50 sejak 12 Juni lalu. Saham EPAC juga sebelumnya 'nyender' di gocap sejak 12 April 2022 dan masuk daftar pemantauan khusus sejak 30 November 2022.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
PTPP Divestasi Saham Entitas Teralifiasi Rp1,16 Juta per SahamIni alasan emiten BUMN PTPP melakukan divestasi saham entitas terafiliasi senilai Rp1,16 juta per lembar saham.
Baca lebih lajut »
Kinerja Saham IPO Suram, Meski BEI Tolak 30% yang Mau ListingBursa Efek Indonesia (BEI) buka suara terkait emiten baru akhir-akhir ini yang mencatat performa saham yang kurang memuaskan di pasar.
Baca lebih lajut »
Format Baru MotoGP 2023 Mulai Terasa Berat, Rugi Banyak Akibat Banyak Crash - Bolasport.comManajer Tim CryptoDATA RNF, Wilco Zeelenberg mulai merasakan beratnya mengarungi kompetisi MotoGP 2023 akibat perubahan format baru yang berimbas pada banyaknya kecelakaan
Baca lebih lajut »
Merasa Kecanduan Medsos, Chris Evans Nonaktifkan Akun Twitter dan InstagramChris Evans merasa waktunya banyak terkikis karena banyak bermain media sosial.
Baca lebih lajut »
Tindakan Satgas BLBI Dinilai Tidak Terukur, Banyak Aset Obligor Nakal Tidak DisitaSejumlah pihak menilai kinerja Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) tidak efektif dan belum optimal dalam menagih kewajiban obligor nakal. Di sisa waktu masa kerjanya, Satgas BLBI diminta bertindak tegas terhadap para obligor yang belum memenuhi kewajibannya kepada negara.
Baca lebih lajut »