CEO Reblood Leonika Sari mengungkapkan stok plasma konvalesen yang dibutuhkan pasien Covid-19 sangat sulit diperoleh. Satgascovid-19
jpnn.com, JAKARTA - Chief Executive Officer Reblood Leonika Sari mengungkapkan stok plasma konvalesen yang dibutuhkan pasien Covid-19 sangat sulit diperoleh. Hal tersebut terjadi karena jumlah pasien yang banyak tapi jumlah pendonor sedikit, serta keterbatasan mesin apheresis yang digunakan untuk transfusi plasma konvalesen.
Baca Juga: Menurut Leonika, kesulitan untuk memperoleh plasama konvalesen ini terjadi di hampir seluruh daerah di Indonesia, terutama di daerah dengan permintaan plasma konvalesen paling banyak. Selain itu, lanjut Leonika, banyak juga penyintas yang enggan untuk menjadi pendonor konvalesen. "Salah satu kesulitannya banyak penyintas yang lebih memilih untuk jadi donor keluarga," ucap alumnus Intitut Teknologi Sepuluh Nopember itu.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Bupati Bandung Barat Segera Diadili Atas Korupsi Pengadaan Bansos Covid-19Bupati nonaktif Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna segera diadili atas kasus dugaan korupsi pengadaan barang tanggap darurat pandemi Covid-19.
Baca lebih lajut »
Setelah Setahun Tanpa Kasus, Kota Wuhan Kini Tes Covid-19 Seluruh PopulasinyaPihak berwenang di Wuhan pada Selasa (3/8/2021) mengatakan, mereka akan melakukan tes Covid-19 untuk seluruh populasinya.
Baca lebih lajut »
Kematian pasien COVID-19 di DIY naik 6 kali lipat selama JuliPemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat jumlah kasus kematian pasien COVID-19 di provinsi ini mencapai 3.122 kasus selama Juli 2021 atau enam kali ...
Baca lebih lajut »
7000 pelajar di Matraman Jakarta Timur belum vaksin COVID-19Sekitar 7000 dari 9000 pelajar di Kecamatan Matraman, Jakarta Timur sampai saat ini belum vaksin COVID-19 \r\n\r\n"Dari total sekitar 9.000 pelajar ...
Baca lebih lajut »
UPDATE 3 Agustus: Tambah 1.601 Kasus Covid-19 di Jakarta, 2.506 Pasien SembuhDengan penambahan 1.601 kasus, angka kumulatif kasus Covid-19 di Jakarta kini sejumlah 820.365 kasus.
Baca lebih lajut »