BTS mobile ini merupakan hasil karya Dikti Kemdikbud bersama beberapa kampus di Indonesia.
karya anak bangsa yang akan ditempatkan di wilayah yang sulit dijangkau dengan akses internet. Hasil reka cipta ini akan menjadi alternatif solusi dalam menjawab persoalan PJJ di masa pandemi Covid-19.yang direncanakan dibuat bekerja sama dengan beberapa kampus di Indonesia adalah upaya Dikti dalam mendukung program pendidikan jarak jauh,” ujarnya dalam rapat koordinasi bersama media dalam upaya akselerasi reka cipta penanggulangan Covid-19 di Bandung, Jawa Barat, Sabtu .
Segala strategi ini, lanjut Paris, merupakan bentuk komitmen dari Ditjen Dikti dalam upaya pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19 dengan membangun sinergi dengan berbagai pihak sebagai bagian dariParis menuturkan, sejak persoalan pandemi Covid-19, Ditjen Dikti senantiasa mengoptimalkan berbagai sumber daya yang dimiliki untuk berkontribusi dalam penanganan tersebut. Upaya untuk menciptakan ekosistem kolaborasi ditingkatkan dalam rangka mempertemukan pereka cipta dan industri.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Film Keempat BTS akan Segera Tayang di BioskopDengan cerita yang belum pernah diketahui sebelumnya, Break the Silence: The Movie bercerita mengenai kiprah BTS sepanjang tur dan menjelajahi kisah tiap member band.
Baca lebih lajut »
Uneg-uneg Mahasiswa soal Biaya Kuliah yang 'Mencekik' Kala Pandemi CoronaWabah pandemi Corona berdampak pada mahasiswa di pendidikan tinggi. Banyak mahasiswa mengeluhkan biaya UKT di masa pandemi ini. Mahasiswa UKT
Baca lebih lajut »
103 Proposal Program Kreativitas Mahasiswa UNS Meraih Pendanaan KemendikbudKementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meloloskan 103 proposal program kreativitas mahasiswa (PKM) untuk Universitas...
Baca lebih lajut »
Ditjen Dikti Alokasikan Rp 405 Miliar untuk Tangani Covid-19 |Republika OnlineProgram yang dilakukan Ditjen Dikti antara lain Mahasiswa Relawan untuk Covid-19.
Baca lebih lajut »