Menkeu Sri Mulyani mengatakan bantuan sosial dapat mempengaruhi konsumsi pada kelompok masyarakat dengan pendapatan rendah.
JAKARTA – Pemerintah mengandalkan bantuan sosial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tahun ini dan tahun depan. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bantuan sosial dapat mempengaruhi konsumsi pada kelompok masyarakat dengan pendapatan paling rendah.
Menurut Sri, pemerintah telah menyalurkan bantuan sosial kepada 29 persen penerima."Kami meng-cover 45 persen dari total masyarakat dengan pendapatan terbawah, bila dihitung dengan bantuan sosial di Jabodetabek," ujarnya. Sri yakin perekonomian bisa membaik pada kuartal III karena sejumlah daerah telah melonggarkan pembatasan sosial berskala besar. Pada akhir tahun ini, Sri memperkirakan pertumbuhan ekonomi berada di rentang -0,4 hingga 1 persen.
Ketua Komisi Keuangan DPR, Dito Ganundito, mengatakan keputusan ini akan dipakai untuk acuan penyusunan anggaran pada tahun mendatang. Berdasarkan hasil rapat tersebut, pemerintah mematok pertumbuhan ekonomi pada 2021 sebesar 4,5-5,5 persen. Angka inflasi tahunan sebesar 2,0-4,0 persen. Adapun nilai tukar rupiah ada di interval Rp 13.700-14.900.
Pemerintah juga mengusulkan revisi penggantian surat perbendaharaan negara 3 bulan dengan surat berharga negara dengan tenor 10 tahun untuk acuan penyusunan asumsi APBN 2021. Usul itu diterima oleh DPR karena SBN dengan tenor 10 tahun dinilai memiliki andil yang lebih besar dalam membentuk postur APBN. Adapun imbal hasil SBN 10 tahun diubah dari semula 6,67-9,58 persen menjadi 6,29 -8,29 persen.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Seleksi Ketat Penyaluran Dana Bantuan Likuiditas - Ekonomi dan Bisnis - koran.tempo.co
Baca lebih lajut »
Pangan Olahan Jadi Andalan Ekspor di Masa Pandemi - Ekonomi dan Bisnis - koran.tempo.coPangan Olahan Jadi Andalan Ekspor di Masa Pandemi
Baca lebih lajut »
Pemerintah Ubah Penghitungan Kandungan Lokal Produk Elektronika - Ekonomi dan Bisnis - koran.tempo.coApindo minta formula baru untuk mempertimbangkan kemampuan produsen.
Baca lebih lajut »
Pede, BI Ramal Pertumbuhan Ekonomi RI 6% Tahun DepanBank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada 2020 akan menurun dan membaik kembali pada 2021 mendatang. Ekonomi BankIndonesia via detikfinance
Baca lebih lajut »
Rupiah Masih Bisa Menguat Lagi, Kok BI Yakin Banget?Nilai tukar rupiah belakangan ini terus mengalami pelemahan terhadap dolar AS. Namun rupiah diprediksi masih bisa menguat lagi. Ini penjelasan BI: DolarAS Rupiah via detikfinance
Baca lebih lajut »
Menkeu Proyeksi Ekonomi RI Bisa Kembali 5% di 2021Dengan berbagai upaya dan kerja keras tahun ini, akan memberikan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi di 2021 jadi titik...
Baca lebih lajut »