Bantah Warga 'Kampung Miliarder' di Tuban Jatuh Miskin, Kades: Justru Menjadi Kaya Nasional
Nasional Kampung Miliarder Tuban WowKeren - Sejumlah warga di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang sempat menjadi miliarder dadakan usai menjual tanahnya untuk pembangunan kilang minyak Pertamina belakangan kembali ramai diperbincangkan. Pasalnya, beberapa warga mengaku menyesal telah menjual tanah yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.
"Warga saya kelihatannya masih kondusif dan baik-baik saja. Kalau mau lebih tahu datang saja ke Sumurgeneng untuk lihat kondisi rumah dan mungkin ada peningkatan dari yang kemarin." kata Gianto kepada CNN Indonesia, Rabu . Gianto turut menanggapi aksi unjuk rasa yang menagih janji Pertamina untuk memprioritaskan warga lokal sebagai pekerja. Menurutnya, proses rekrutmen warga untuk bekerja di Pertamina disebutnya masih terus berlangsung hingga saat ini. Di Desa Sumurgeneng sendiri ada 67 orang warga yang telah diterima kerja di PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia .
"Itu karena kurang koordinasi, jadi disampaikan, di-share untuk umum. Bahkan ada yang lamar dari luar desa ya. Jadi khawatirnya nanti enam desa ini diisi dari luar ring, sementara di ring kan masih butuh pekerjaan. Intinya minta prioritas," jelasnya.
Menurut Gianto, kehidupan warga Sumurgeneng tidak berubah usai mereka menjadi miliarder. Kehidupan warganya saat ini disebut masih kondusif dan baik-baik saja. Beberapa warga dikabarkan ada yang memilih untuk membeli tanah di luar desa. Selain itu, Gianto juga membantah banyak warga Sumurgeneng menjadi pengangguran usai menjual tanah mereka ke Pertamina. Gianto menilai pemberitaan tersebut kurang tepat dengan kondisi aktual di wilayahnya.