Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional IFRC mengatakan sedikitnya 22 orang meninggal dan empat lainnya hilang dalam banjir dahsyat di Korea Utara. Dalam pernyataan tentang angka korban dari pejabat-pejabat Korea Utara, IFRC mengatakan banjir juga telah merusak panen,...
Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional IFRC mengatakan sedikitnya 22 orang meninggal dan empat lainnya hilang dalam banjir dahsyat di Korea Utara.
Kantor berita pemerintah Korea Utara KCNA, Jumat , melaporkan hampir 40 ribu hektar panen rusak dan 17 ribu rumah hancur atau rusak. Sebagian Korea Selatan baru-baru ini dilanda hujan selama 49 hari berturut-turut, menimbulkan banjir dan tanah longsor yang menewaskan puluhan orang.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
3 Tentara Korea Utara Dihukum usai Kepergok Ngedance Lagu BTSTiga orang tentara Korea Utara harus menerima hukuman karena dianggap melanggar aturan. Mereka kepergok menarikan lagu BTS! KoreaUtara BTS via detikhot
Baca lebih lajut »
Dihantam COVID-19 dan Banjir, Korea Utara Tolak Bantuan Luar NegeriMenghadapi virus Corona dan banjir, Korea Utara menerapkan lockdown, mengkarantina warganya, serta menolak segala bantuan dari luar negeri
Baca lebih lajut »
Antisipasi Banjir Berulang, Pemerintah Bangun Tanggul di Luwu UtaraKetiga tanggul tersebut berada di Sungai Masamba, Sungai Rongkok, dan Sungai Radda (anak sungai Masamba).\n\n\n
Baca lebih lajut »
Normalisasi Sungai Pascabanjir Bandang Luwu Utara Sudah Mencapai 50 PersenBupati Luwu Utara Indah Putri Indriani mengatakan, normalisasi sungai pascabanjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu sudah mencapai 50 persen.
Baca lebih lajut »
Viral Tawuran di Laut Kalibaru Jakarta Utara, Begini KejadiannyaSebuah video memperlihatkan aksi tawuran sekelompok orang di perairan di Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, viral di media sosial. Seperti apa kejadiannya? Viral Tawuran
Baca lebih lajut »