Selain anggota dewan, rencana Pemko Banjarbaru yang ingin membangunkan sirkuit untuk menanggulangi masalah balap liar di Kota Banjarbaru juga mengundang reaksi dari Akademisi.
Kedua, letak pembangunan sirkuit diserahkan ke IMI Kalsel, sebab pemilik lahan adalah IMI Kalsel. Ini perlu perhatian dan kajian khusus.
Menurutnya, sirkuit merupakan fasilitas penunjang kawasan, maka keberadaannya akan memunculkan tarikan perkembangan kota, sehingga dampak yang ditimbulkan perlu dianalisis lebih dalam. “Selain itu, polusi suara yang dihasilkan harus tidak mengganggu kawasan permukiman,” ungkapnya. Ketiga, ada baiknya penentuan lokasi sirkuit melibatkan pihak terkait dan memperhatikan tata ruang Kota Banjarbaru. “Apalagi saat ini status Ibu Kota Provinsi menjadi predikat Banjarbaru, jadi perlu kajian khusus dalam setiap pembangunan,” pintanya.
Keempat, jika alasan pembangunan sirkuit adalah mengakomodir hobi remaja dalam kegiatan balap motor. Maka fasilitas sirkuit perlu juga memperhatikan seberapa banyak jumlah remaja yang hobi balapan di Banjarbaru, Martapura dan daerah sekitarnya. “Sehingga sirkuit betul-betul dapat mewadahi semuanya,” tukasnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Akademisi Untan: Sertifikasi komitmen bangun kebun sawit berkelanjutanAkademisi Fisipol Universitas Tanjungpura Pontianak, Dr. Erdi menilai sertifikasi sebagai jalan tengah untuk membuktikan komitmen pemerintah, ...
Baca lebih lajut »
Banjarbaru Ramadan Festival 2023, Tak Hanya Kuliner Juga Promosi Beragam Komoditas Lokal Lain30 persen dari Stand Banjarbaru Ramadan Festival diisi oleh produk bukan makanan
Baca lebih lajut »
Jalanan Banjarbaru Diserbu PengemisBaru berjalan dalam beberapa hari Ramadan, setiap sudut Kota Banjarbaru sudah dihiasi oleh keberadaan pengemis.
Baca lebih lajut »
Embung Sidodadi Banjarbaru Minim Penerangan, Bakal Dianggarkan di APBD PerubahanMinimnya penerangan di kawasan Embung Sidodadi kembali dikeluhkan warga. Pasalnya belum ada kejelasan, kapan ada penerangan di sekitar embung yang diresmikan pada tahun 2017 lalu.
Baca lebih lajut »
Kiriman Pusat Terlambat, Dana SILPA Banjarbaru Rp300 MAda yang menarik dalam LKPJ tahun 2022 yang disampaikan Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin, di DPRD Banjarbaru, Senin (27/3) siang.
Baca lebih lajut »
Akademisi Unusia harap ada pendalaman pemahaman soal fikih peradabanDekan Fakultas Islam Nusantara Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta Ahmad Suaedy mengatakan fikih peradaban tidak mudah dipahami oleh ...
Baca lebih lajut »