LUBANG Daur Ulang Sampah atau Bang Daus menjadi inovasi terbaru dari Pemerintah Kabupaten Klungkung untuk mengolah sampah secara sehat dan ekonomis.
Lubang ini digunakan guna mengumpulkan sampah organik yang mudah diuraikan dengan kedalaman 150 sentimeter dengan lebar 50-70 sentimeter.
Jika lubang penuh, akan dilakukan fermentasi menggunakan cairan metode Osaki Jepang. Setelah 7 sampai 10 hari, sampah itu akan berubah menjadi kompos dan sudah bisa dipanen. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, lanjut Anak Agung Kirana, mewajibkan sekolah dan perkantoran milik pemerintah dan swasta untuk memiliki Bang Daus sebagai upaya swakelola sampah. Bahkan, rumah tangga atau permukiman juga didorong untuk menyediakan Bang Daus. Saat ini sudah ada ribuan Bang Daus di Klungkung.
"Jadi, sampah, terutama sampah organik, sampah yang mudah diuraikan harus selesai di sumber sampah itu. Kalau sampah itu ada di sekolah, kantor, harus diselesaikan di sana pula," imbuhnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Rusuh di Sekitar Gedung DPR, Dinas LH Angkut 20 Ton SampahHingga Selasa pagi, sampah yang diangkut berada di sebagian wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan dengan total 20,2 ton sampah.
Baca lebih lajut »
Terungkap, Janin Dibungkus Rok Abu-abu Hasil Hubungan Gelap, Gea Telan 16 Butir Pil AborsiPolisi mengungkap kasus penemuan janin di tumpukan sampah di pinggir Sungai Segawe, Desa Jenggotan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Jateng.
Baca lebih lajut »
Pemkab Flores Timur Giatkan Patroli Kebersihan LautBupati Flores Timur, Antonius Gege Hadjon langsung turun mengecek di wilayah perairan Teluk Konga, di Kecamatan Titehena untuk mnemantau budidaya mutiara agar tidak tercemar sampah plastik.
Baca lebih lajut »
Sampah Demo di DKI Capai 20,2 TonSehingga saat pelantikan anggota DPR dan MPR di Senayan, kondisi jalan sudah bersih dan rapi kembali.
Baca lebih lajut »
Upaya Indonesia Atasi Sampah Plastik di Laut Diapresiasi Dunia“Prestasi ini menunjukkan bahwa isu pengurangan sampah plastik menjadi salah satu prioritas utama yang menjadi perhatian di dunia maritim Indonesia,” ujar Agus.
Baca lebih lajut »