Menteri Investasi/BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan Indonesia akan rugi besar jika perusahaan China Xinyi Group batal berinvestasi di Pulau Rempang.
Oleh karena itu, ia menilai rencana investasi di Rempang harus tetap berjalan demi kepentingan rakyat. Menurutnya, investasi tersebut diperlukan untuk menggerakkan roda ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
Perusahaan kaca terbesar di dunia asal China itu berencana akan berinvestasi senilai US$11,5 miliar atau setara Rp174 triliun sampai dengan 2080. Ia pun mengingatkan agar penanganan di lapangan harus dilakukan dengan cara-cara yang tidak menggunakan kekerasan.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Menteri Bahlil Sebut Demo Rempang di Luar KelazimanMenteri Investasi Bahlil Lahadalia meminta demo penolakan Rempang tak anarkis. Menurutnya demo 11 September lalu di luar kelaziman.
Baca lebih lajut »
Bahlil Bongkar Alasan Pemerintah Kebut Proyek di Pulau Rempang, Sebut Nama SingapuraMenteri Bahlil menyebut, total nilai investasi yang akan diserap dari proyek strategis nasional (PSN) di Pulau Rempang Eco-City mencapai lebih dari Rp300 triliun.
Baca lebih lajut »
Bahlil Sebut RI Bakal Rugi Jika Investasi Rp 175 T di Rempang LepasBahlil menyampaikan akan banyak kerugian, baik dari segi pendapatan pemerintah maupun perekonomian masyarakat jika potensi investasi gagal terealisasi.
Baca lebih lajut »
Demi Investasi, Bahlil Sebut Pengembangan Pulau Rempang Harus Tetap BerjalanMenteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia memastikan bahwa hak warga Rempang dapat terpenuhi, namun juga menekankan bahwa rencana investasi di wilayah tersebut harus teta
Baca lebih lajut »
Menteri Bahlil Sebut Hak-Hak Warga Rempang Harus Terpenuhi, tapi Investasi Tetap JalanBahlil mengatakan pemerintah akan menangani relokasi warga Rempang dengan cara yang baik dan memenuhi semua kebutuhan mereka.
Baca lebih lajut »
Profil Xinyi, Investor Pulau Rempang yang Kucurkan Dana Rp381 TriliunPerusahaan kaca asal Cina, Xinyi menyatakan berani berinvestasi Rp381 triliun pada proyek Rempang Eco-City di Pulau Rempang, Kepulauan Riau.
Baca lebih lajut »