Bahlil mengatakan tingkat kepercayaan investor asing terhadap Indonesia semakin baik di bawah kepemimpinan Jokowi.
Terlihat dari realisasi Penanaman Modal Asing mencapai Rp 177 triliun di kuartal I-2023, meningkat 20,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Mereka masih ingin pimpinan seperti Pak Jokowi dalam konteks investasi yang konsisten. Jadi kepercayaan publik terhadap kita di bawah kepemimpinan Pak Jokowi itu luar biasa," ucap Bahlil. Sebagai informasi, realisasi pertumbuhan PMA di kuartal I-2023 lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan Penanaman Modal Dalam Negeri yang hanya tumbuh 12,4% atau sebesar Rp 151,9 triliun.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Bocoran! Jokowi Mau RI Beli Lagi 10% Saham FreeportBahlil Lahadalia bocorkan Indonesia siap tambah saham di Freeport.
Baca lebih lajut »
Politikus Golkar: PPP Sudah Tinggalkan KIB |Republika OnlinePolitikus Golkar sebut PPP sudah meninggalkan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).
Baca lebih lajut »
Pengamat Sebut Jokowi Beri Kode Keras Dukung Erick Thohir jadi Pendamping GanjarPengamat politik M Qodari menilai duet Ganjar Pranowo – Erick Thohir cocok untuk dipasangkan di Pilpres 2024 mendatang.
Baca lebih lajut »
Pengamat Sebut Arah Dukungan KIB akan Sangat Dipengaruhi Pilihan JokowiPengamat menyebut bahwa arah dukungan dari partai di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) akan sangat dipengaruhi dengan pilihan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Baca lebih lajut »
Jokowi Sebut Sejumlah Tokoh Potensial Dampingi Ganjar, Salah Satunya PrabowoPresiden Jokowi menyebut Menhan Prabowo Subianto merupakan salah satu tokoh potensial untuk menjadi calon wakil presiden (cawapres) bagi Ganjar Pranowo. Presiden...
Baca lebih lajut »
Sandiaga Uno Sebut Jangan Diubah Arah Pembangunan Pemerintahan JokowiSandiaga Uno, menilai tidak perlu lagi untuk perubahan dari arah pembangunan yang dilakukan pemerintahan sekarang ini, di bawah komando Presiden Joko Widodo, atau Jokowi.
Baca lebih lajut »