Bagaimana nasib agama di masa depan?

Indonesia Berita Berita

Bagaimana nasib agama di masa depan?
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 BBCIndonesia
  • ⏱ Reading Time:
  • 362 sec. here
  • 8 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 148%
  • Publisher: 50%

Sepanjang sejarah, ada agama-agama yang runtuh dan ada agama-agama baru yang muncul. Bagaimana dengan nasib agama di masa depan?

Agama-agama dilahirkan, tumbuh dan mati. 3.500 tahun lalu, agama Zoroastrianisme menjadi agama yang diikuti jutaan orang. Kini, agama ini sekarat dan hanya diikuti sedikit orang. Bagaimana nasib agama-agama lain?

Kita menerima begitu saja keyakinan bahwa agama dilahirkan, tumbuh dan mati, tetapi anehnya kita juga abai terhadap kenyataan tersebut. Ketika seseorang mencoba untuk memulai agama baru, dia sering dianggap sebagai aliran sesat. Satu jawaban terkenal datang dari Voltaire, filsuf Prancis abad ke-18, yang menulis:"Jika Tuhan tidak ada, maka sangat perlu untuk menciptakannya."

Kepercayaan-kepercayaan yang bertahan adalah"produk jangka panjang dari tekanan budaya yang luar biasa kompleks, proses seleksi, dan evolusi", tulis Connor Wood dari Pusat Pikiran dan Budaya di Boston, Massachusetts. Sebaliknya, kita mungkin memperkirakan jika masyarakat yang sama akan memiliki kepercayaan yang sama, bahkan jika mereka berkembang secara terpisah. Dan ada beberapa buktinya, meskipun tentu saja ketika membicarakan agama, akan selalu ada pengecualian.

Menurut psikolog Ara Norenzayan, kepercayaan pada"Tuhan-tuhan yang Maha Besar" inilah yang memungkinkan terbentuknya masyarakat sosial yang terdiri dari sejumlah besar orang yang tidak saling mengenal. Mengingat semua itu, ada konsensus yang berkembang tentang masa depan agama adalah bahwa, ia tidak memiliki masa depan.Arus intelektual dan politik yang kuat telah menawarkan ide ini sejak awal abad ke-20. Sosiolog berpendapat bahwa kebangkitan sains mengarah pada"kekecewaan" masyarakat: jawaban supernatural untuk pertanyaan besar terasa tak dibutuhkan.

Dalam Survei Sosial Umum 2018 tentang sikap masyarakat AS,"tidak ada agama" menjadi grup tunggal terbesar, mengalahkan jumlah penganut Kristen evangelis.Pada 2015, Pusat Penelitian Pew membuat model prediksi masa depan dari agama-agama besar dunia berdasarkan demografi, migrasi, dan konversi. Dalam sebuah penelitian penting, korban gempa bumi 2011 di Christchurch, Selandia Baru menjadi jauh lebih religius daripada orang Selandia Baru lainnya, yang secara umum menjadi sedikit kurang religius.Kebudayaan modern terdiri atas berbagai macam agama yang hidup berdampingan.

Dalam hasil sementara yang dirilis pada Mei 2019, para peneliti menemukan bahwa beberapa orang yang tidak percaya benar-benar mengidentifikasi diri mereka dengan label-label ini, sementara sejumlah minoritas signifikan lain memilih identitas agama. Jika gereja-gereja Kristen di kota itu tidak menerima perubahan ini, mereka menyimpulkan, jemaat-jemaat akan menyusut menjadi tidak relevan sementara praktik-praktik yang membimbing diri sendiri akan menjadi arus utama dalam sebuah"revolusi spiritual".

"Injil kemakmuran" adalah pusat beberapa gereja besar Amerika, yang jemaatnya sering didominasi oleh jemaat yang tidak aman secara ekonomi. Tetapi jika kebutuhan dasar Anda terpenuhi dengan baik, Anda cenderung mencari kepuasan dan makna hidup. Dan"Sidang Minggu" bertujuan untuk menciptakan kembali suasana pelayanan gereja yang hidup tanpa merujuk kepada Allah. Tetapi tanpa akar-akar agama tradisional yang dalam, mereka sulit bertahan: Majelis Minggu misalnya, setelah ekspansi awal yang cepat, sekarang dilaporkan harus berupaya keras untuk mempertahankan momentumnya.

Dalam konteks Eropa, ini memberikan panggung untuk kebangkitan minat pada paganisme. Menciptakan kembali tradisi"pribumi" yang setengah terlupakan memungkinkan pengungkapan kepedulian modern sambil mempertahankan semangat zaman. Ini adalah kegiatan khusus saat ini, terkadang, ini soal bermain dengan simbolisme daripada latihan spiritual yang tulus. Tetapi seiring berjalannya waktu, mereka dapat berkembang menjadi sistem kepercayaan yang lebih tulus dan koheren.

Namun, yang masih bisa diperdebatkan adalah apakah mereka dapat menjadi tidak beragama karena mereka memiliki lembaga sekuler yang kuat? Atau apakah menjadi sekuler yang telah membantu mereka mencapai stabilitas sosial? "Saya pikir cukup jelas bahwa kita memasuki periode perubahan non-linear dalam sistem sosial," katanya."Konsensus Barat tentang kombinasi kapitalisme pasar dan demokrasi tidak dapat diterima begitu saja."

Tatanan sosial pseudo-religius mungkin bekerja dengan baik ketika kondisi sedang baik. Tetapi ketika kontrak sosial menjadi tekanan, melalui politik identitas, perang budaya atau ketidakstabilan ekonomi, konsekuensinya adalah apa yang kita lihat hari ini: bangkitnya kaum otoriter di negara demi negara.

Ada preseden untuk ini: pada 1700-an, saat Kekristenan sedang sakit di AS, seorang pengembara berhasil menghidupkan kembali iman dan menetapkan patokan selama berabad-abad kemudian: sebuah peristiwa yang disebut"Kebangkitan Besar". #MeToo dimulai sebagai tagar yang mengekspresikan kemarahan dan solidaritas, tetapi sekarang berarti perubahan nyata pada norma sosial lama. Perubahan radikal muncul sebagai sikap terhadap krisis perubahan iklim dan keanekaragaman hayati.

Jadi untuk mendorong semua orang melakukan segala yang mungkin dilakukan untuk mewujudkannya, ia akan secara terus-menerus dan berkelanjutan menyiksa orang-orang yang tidak mewujudkannya, termasuk siapa pun yang mempelajari potensi keberadaannya. Akankah ada yang bisa membangun mesin super yang suatu hari akan menjawab segalanya?

Keyakinan esoteris semacam itu telah muncul sepanjang sejarah, tetapi kemudahan membangun komunitas di sekitar kita adalah hal baru."Kita selalu memiliki bentuk-bentuk baru religiusitas, tetapi tidak selalu memiliki ruang yang memungkinkan bagi mereka," kata Beth Singler, yang mempelajari implikasi sosial, filosofis dan keagamaan AI di University of Cambridge.

Bahkan jebakan teknologi bukan hal baru. Pada tahun 1954, Fredric Brown menulis cerita pendek yang disebut"Jawab", di mana superkomputer sebesar galaksi dinyalakan dan ditanya: apakah ada Tuhan? Sekarang ada, jawabnya. Dengan menyerahkan diri pada arus informasi, kita dapat mengatasi keprihatinan duniawi kita. Gerakan keagamaan transhumanis pemula lainnya berfokus pada keabadian: putaran baru pada janji kehidupan abadi. Yang lain bersekutu dengan agama yang lebih tua, terutama Mormonisme.

Sensus Inggris tahun 2001 menemukan bahwa Jediisme, keyakinan fiksi yang dianut oleh para protagonis di Star Wars, adalah agama terbesar keempat. Hampir 400.000 orang telah terinspirasi untuk menganutnya, berawat dari kampanye online yang dilakukan secara sambil lalu. Faktanya, pengakuan adalah masalah yang kompleks di seluruh dunia, terutama karena tidak ada definisi agama yang diterima secara luas bahkan di kalangan akademis.

Singler mengatakan:"Setiap kali seseorang memberi tahu Anda pandangan dunia mereka, Anda harus menganggapnya nilai nominal". Tes asam, yang juga berlaku untuk neopagans maupun transhumanis, adalah apakah orang membuat perubahan signifikan pada kehidupan mereka sesuai dengan keyakinan mereka. Jadi tiga tahun lalu, Irzak dan beberapa teman mulai membangun satu agama. Mereka tidak melihat adanya kebutuhan untuk membawa Tuhan ke dalamnya. Irzak dibesarkan sebagai seorang ateis, tetapi mulai menjalankan"layanan" reguler, termasuk perkenalan, sebuah khotbah yang menyuarakan kedahsyatan alam dan pendidikan tentang aspek lingkungan.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

BBCIndonesia /  🏆 42. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Nasdem: Surya Paloh akan Bertemu PrabowoNasdem: Surya Paloh akan Bertemu PrabowoPertSurya Paloh dan Prabowo akan membahas bagaimana membangun Indonesia ke depan
Baca lebih lajut »

Gua tulang Israel: Manusia kuno 'awetkan makanan untuk disantap kemudian'Gua tulang Israel: Manusia kuno 'awetkan makanan untuk disantap kemudian'Ini adalah bukti tertua bahwa manusia yang hidup antara 200.000 dan 420.000 tahun lalu berpandangan ke depan guna mengantisipasi kebutuhan di masa yang akan datang, kata para peneliti.
Baca lebih lajut »

Nets kalahkan Lakers di tengah krisis Twitter di ChinaNets kalahkan Lakers di tengah krisis Twitter di ChinaBrooklyn Nets mengalahkan Los Angeles Lakers 91-77, Sabtu, untuk mengakhiri tur pramusim ke China yang menyisakan pertanyaan besar mengenai masa depan pasar ...
Baca lebih lajut »

Gegara Uya Kuya, Barbie Kumalasari Pakai Celana Dalam di Depan UmumGegara Uya Kuya, Barbie Kumalasari Pakai Celana Dalam di Depan UmumBarbie Kumalasari terpaksa menggunakan celana dalam di depan umum karena kalah taruhan dengan Uya Kuya. UyaKuya
Baca lebih lajut »

Emak-emak Demo di Polda Metro, Minta Polisi Bebaskan Pelajar dan Mahasiswa yang DitangkapEmak-emak Demo di Polda Metro, Minta Polisi Bebaskan Pelajar dan Mahasiswa yang Ditangkap'Hentikan kekerasan, bebaskan anak kami,' ujar emak-emak saat berorasi di depan Gedung Polda Metro Jaya.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-04-06 05:21:13