Menurut miliarder India Narayana Murthy, perusahaan IT India dapat mengambil peluang dari badai PHK di sektor teknologi AS.
Liputan6.com, Jakarta Miliarder pendiri perusahaan teknologi Infosys, Narayana Murthy melihat badai pemutusan hubungan kerja atau PHK di sektor teknologi di Amerika Serikat sebagai peluang bagi India.
"Dalam penurunan, pasar menyusut sedikit dan piagam kami sangat jelas. Kami bekerja lebih keras dan kemudian kami mengambil pangsa pasar yang sedikit lebih besar dan Anda tidak akan mengalami masalah kehilangan pekerjaan," dia menjelaskan. Perusahaan IT terbesar kedua di India itu kini mempekerjakan lebih dari 346.000 pekerja di seluruh dunia dari kawasan Asia-Pasifik hingga Amerika Utara, Eropa dan Timur Tengah.
Mehta mengatakan India memiliki kumpulan bakat yang diisi dengan pengembang perangkat lunak terampil yang mengembangkan berbagai spesialisasi teknologi, bahkan dari teknologi yang relevan dan inti seperti pemrograman Python hingga teknologi perusahaan yang lebih baru seperti NET Core.
Seperti diketahui, Apple mulai merakit iPhone 14 andalannya di India tahun lalu setelah produksinya sempat terganggu di pabrik iPhone terbesar di dunia di Zhengzhou, China karena wabah Covid dan protes pekerja. Selain itu, Murthy juga melihat ada banyak perusahaan Amerika, salah satunya General Electric dan Microsoft yang telah mendirikan pusat penelitian dan pengembangan di India.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Badai PHK Belum Rampung, Disney Pangkas 4.000 Karyawan Pekan IniDisney akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 4.000 karyawannya di seluruh dunia pada pekan ini.
Baca lebih lajut »
Badai PHK Hantam Induk Perusahaan Jeep, 3.500 Pekerja Jadi Korban!Induk Jeep dan Chrysler, Stellantis akan PHK sekitar 3.500 pekerjanya di Amerika Serikat (AS).
Baca lebih lajut »
Badai PHK Belum Usai, GAP Dikabarkan Mau Pangkas 500 KaryawanPerusahaan ritel fashion GAP dikabarkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap tenaga kerja globalnya.
Baca lebih lajut »
Di Tengah Gelombang PHK, Bos Google Dapat Gaji MelimpahGaji Sundar Pichai di tahun 2022 naik berkali-kali lipat dibanding tahun 2021 lalu. Mayoritas gaji diterima dalam bentuk kepemilikan saham.
Baca lebih lajut »
Disney Mulai Gelombang Kedua PHK Massal, Pangkas 4.000 KaryawanSalah satu pejabat Walt Disney mengatakan perusahaan memangkas beberapa ribu pekerjaan hingga Kamis pekan ini.
Baca lebih lajut »
Komisi II DPR RI Tegaskan Tidak Ada PHK Massal Tenaga Honorer Tahun IniPemerintah berencana akan menghapus tenaga honorer pada 28 November 2023 mendatang.
Baca lebih lajut »