Babak Baru Perang Rusia Ukraina, Begini Polandia dan Belanda Berupaya Sumbangkan Tank Leopard 2 TempoDunia
TEMPO.CO, Jakarta -Perang Rusia Ukraina segera memasuki babak baru. Kabar mengenai Polandia dan Belanda yang hendak mengirimkan tank Leopard 2 ke kubu Ukraina mulai menyeruak.
Baca juga : Rusia Ancam Hancurkan Semua Tank Kiriman Inggris ke UkrainaSelalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Rangkuman Hari Ke-334 Perang Rusia-Ukraina: Polandia Kirim Tank Leopard | Moskwa Usir Dubes EstoniaPerang Rusia-Ukraina memasuki hari ke-334 pada Senin (23/1/2023), diwarnai dengan Polandia setuju kirim tank Leopard untuk pasukan Kyiv.
Baca lebih lajut »
Perang Rusia-Ukraina Bangkitkan Hantu Tentara Perang Dunia I?Perang Rusia dan Ukraina yang masih berlangsung sengit, hal ini diprediksi akan memicu terjadinya Perang Dunia III. Bahkan peristiwa aneh yang tak masuk akal dikaitkan...
Baca lebih lajut »
Perang Rusia vs Ukraina: Angka Kematian Pasukan Rusia Makin BanyakPresiden Ukraina Zelensky mengatakan bahwa para tentara Rusia banyak merasakan ketakutan.
Baca lebih lajut »
Jerman Mengirimkan Dua Unit Rudal Patriot ke PolandiaPatriot diharapkan mampu memberikan perlindungan terhadap Polandia dari rudal-rudal salah sasaran Perang Ukraina.
Baca lebih lajut »
Nyaris 2.500 Tentara Rusia Dilaporkan Tewas pada Empat Hari Terakhir Perang di UkrainaSecara keseluruhan, Kementerian Pertahanan Ukraina menegaskan sekitar 120.760 tentara Rusia telah tewas sejak perang dimulai pada Fabruari 2022.
Baca lebih lajut »
Lavrov: Apa yang Terjadi di Ukraina adalah Perang Nyata Barat dengan RusiaApa yang terjadi di Ukraina bukan lagi perang hibrida, tetapi perang nyata antara Barat dan Rusia. Hal itu diungkapkan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov,...
Baca lebih lajut »