Azerbaijan akan secara resmi membuka kedutaannya di Israel
REPUBLIKA.CO.ID, BAKU–Azerbaijan akan menjadi negara mayoritas Syiah pertama yang membuka kedutaan besar di Israel. Kebijakan ini akan dimulai menyusul persetujuan parlemen pada Jumat .
Dilansir dari The Jarusalem Post, Jumat , Perdana Menteri Yair Lapid memuji keputusan tersebut dan menyebut Azerbaijan sebagai mitra penting Israel dan rumah bagi salah satu komunitas Yahudi terbesar di dunia Muslim. Iran dan Azerbaijan berbagi perbatasan sepanjang 675 kilometer dan telah lama ada spekulasi bahwa Israel telah melancarkan operasi rahasia di Iran dari tetangga utaranya.
Teheran telah mengadakan latihan militer lebih lanjut di dekat perbatasannya dengan Azerbaijan dalam beberapa pekan terakhir.Presiden Isaac Herzog menulis surat untuk menghormati 30 tahun hubungan antara Israel dan Azerbaijan awal tahun ini dan mengundang Aliyev untuk mengunjungi Israel dan membuka kedutaan.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Presiden Israel Dijadwalkan Berkunjung ke Bahrain |Republika OnlineHerzog jadi kepala negara Israel pertama yang kunjungi Bahrain.
Baca lebih lajut »
Azerbaijan akan buka kedubes di Israel, kantor perwakilan di PalestinaAzerbaijan akan membuka kedutaan besarnya di Tel Aviv, Israel dan kantor perwakilan di Kota Ramallah, Palestina menyusul persetujuan parlemen pada Jumat ...
Baca lebih lajut »
Daftar Peringkat Negara-negara G20 Paling Makmur, RI Nomor Berapa?Berikut daftar negara anggota G20 yang paling makmur. Kira-kira Indonesia di peringkat berapa ya?
Baca lebih lajut »
Negara-negara yang Tidak Populer, tapi Punya Wisata yang Wow BangetMungkin beberapa negara ini tidak populer di mata turis internasional. padahal, negara-negara tersebut memiliki wisata yang keren, lho, detikers!
Baca lebih lajut »
Mengapa Warna Bendera Negara-negara di Afrika Hampir Serupa?Kebanyakan negara di Afrika memiliki warna dan motif bendera yang hampir mirip satu sama salain. Mengapa bisa begitu?
Baca lebih lajut »