Rabin Khutsaim menangis dan pingsan saat membaca ayat Alquran.
REPUBLIKA.CO.ID, Al Rabi' bin Khutsaim tidak pernah bertemu Rasulullah SAW. Tetapi, akhlaknya mencerminkan pribadi yang sangat mulia. Ibn Mas'ud, salah seorang sahabat Rasulullah SAW, sangat terkesan ketika menyaksikan kebersihan pribadi al Rabi', keikhlasannya, dan ketenangannya saat menjalankan ibadah kepada Allah. Baca Juga Suatu saat Abd Rahman bin Ajlan pernah menceritakan kesan pertemuannya.
''Patutkah orang-orang yang melakukan kejahatan menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dengan menyamakan keadaan semasa mereka hidup dan semasa mereka mati? Amat buruklah apa yang mereka sangkakan itu.'' . Hal ini dia lakukan sepanjang malam, sampai terbit fajar, dan kedua matanya basah kuyup air mata.
Al Rabi' benar-benar menyadari makna kehambaannya kepada Allah, bahwa ia diberi jatah hidup bukan untuk main-main, melainkan untuk mempersiapkan diri sebagai bekal di akhirat. Karena akhirat adalah kehidupan yang sebenarnya .
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Umar bin Khattab dan Bayi yang Lahir Setelah Ibunya Wafat |Republika OnlineKisah Umar bin Khattab dan Bayi yang Lahir Setelah Ibunya Wafat
Baca lebih lajut »
Penyebab Umar bin Abdul Aziz Menangis di Pengujung Ajal |Republika OnlineUmar bin Abdul Aziz menangis saat ajal hendak menjemputnya.
Baca lebih lajut »
Rabi Yahudi Iran: Kami Yahudi Bukan Zionis Penjajah |Republika OnlineTokoh rabi Yahudi di Iran menegaskan Yahudi bukanlah Zionisme.
Baca lebih lajut »
Kemenlu Turki Menentang Sindiran Macron untuk Erdogan |Republika OnlineTurki meminta Prancis hentikan sikap-sikap yang bisa picu ketidakstabilan di Libya.
Baca lebih lajut »
Dilanda Gempa 7,4 SR, Picu Peringatan Tsunami Lokal |Republika Online
Baca lebih lajut »
Psikiater: Pandemi Picu Penggunaan Narkoba |Republika OnlinePandemi menyebabkan stres hingga narkoba dianggap sebagai pelarian.
Baca lebih lajut »