Klaim maritim Filipina di LCS bertumpukan dengan klaim Cina di perairan tersebut.
Manila berusaha menghalau apa yang disebut"aktivitas agresif" Cina di LCS yang menjadi titik ketegangan antara Cina dan Amerika Serikat .
Dalam pernyataannya PCG mengatakan mereka melihat sebuah kapal penjaga pantai Cina dan lusinan perahu yang diduga dioperasikan milisi Cina di sekitar beting Second Thomas dan Sabina. Keduanya terletak di dalam zona ekonomi ekslusif Filipina. Kemungkinan patroli gabungan Filipina dan Australia digelar setelah Manila menggelar pembahasan serupa dengan AS mengenai patroli maritim gabungan termasuk di LCS. Filipina dan Australia sudah memiliki hubungan militer sejak 1922.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Usai Insiden Laser Kapal China, Filipina Pertimbangkan Patroli Gabungan dengan AS-Australia di LCSFilipina dilaporkan berunding dengan Amerika Serikat (AS) dan Australia mengenai kemungkinan patroli gabungan di Laut China Selatan.
Baca lebih lajut »
Pemblokiran Kapal di Laut Cina SelatanFilipina menuduh kapal Cina memblokir kapalnya dengan laser di Laut Cina Selatan. Pemerintah Filipina menuduh Cina menggunakan sinar laser “tingkat militer” terhadap kapal patrolinya pada Senin, 13 Februari lalu. MajalahTempo
Baca lebih lajut »
Menlu Cina akan Ikuti Pertemuan Sidang Komisi Bersama Indonesia-Cina |Republika OnlineMenlu Cina diagendakan melakukan lawatan ke Indonesia pada 21-23 Februari 2023
Baca lebih lajut »
Cina Siap Percepat Negosiasi CoC Laut Cina Selatan |Republika OnlinePercepatan negosiasi CoC Laut Cina Selatan jadi prioritas keketuaan ASEAN Indonesia.
Baca lebih lajut »
Aset Bumiputera Rp 9,5 T, Kewajibannya Rp 32 T! Kok Bisa?Bumiputera buka suara terkait tertundanya pembayaran klaim asuransi Bumiputera kepada seluruh pemegang polisnya, ini kisahnya
Baca lebih lajut »
Penyebab Koperasi Seperti KSP Indosurya Gagal BayarKSP Indosurya mengalami permasalahan gagal bayar dengan klaim nilai total kerugian senilai Rp16 triliun.
Baca lebih lajut »