Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO) diprediksi bakal anjlok dalam.
Dipicu menularnya ketakutan pasar global terhadap resesi yang mengancam ekonomi Amerika Serikat . Bahkan, ketakutan pasar tersebut diprediksi lebih kuat dari dampak tensi geopolitik di Ukraina.
Lionel mengatakan, kondisi saat ini bisa menekan rupiah bahkan tembus Rp15.000 per dolar AS, hingga Rp15.500 per dolar AS jika Bank Indonesia telat menaikkan suku bunga. Sementara, imbuh dia, stok di Indonesia melimpah akibat larangan ekspor di bulan Mei 2022, dilanjutkan kebijakan DMO dan DPO jilid 2 sejak Mei hingga saat ini.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Harga CPO Belum Bangkit, Jurus Luhut Ditunggu Raja SawitHarga CPO terus menjauh dari level psikologis MYR 5.000 per ton
Baca lebih lajut »
Merespon Anjloknya Harga Sawit, Pemerintah Upayakan Percepat Ekspor CPOHarga tandan buah segar kelapa sawit di tingkat petani dilaporkan anjlok hingga lebih dari 70 persen di 22 provinsi.
Baca lebih lajut »
Ada Kabar Baik, Luhut Mau Bikin Harga CPO Meroket Lagi NihPerbaikan harga CPO diharapkan bisa berdampak positif ke harga sawit petani.
Baca lebih lajut »
Harga Motor Terancam Bakal Naik, Kok Bisa?Harga Motor Terancam Bakal Naik, Kok Bisa?
Baca lebih lajut »
Pengamat: Gaji ke-13 Tak Tingkatkan Perekonomian Secara Riil, Soalnya Harga-Harga Juga NaikKenaikan berbagai barang juga membebani kelompok masyarakat yang tidak mendapatkan manfaat dari pemerintah melalui kenaikan gaji atau subsidi.
Baca lebih lajut »