Alasannya, armada tersebut menggunakan buruh kerja paksa di 32 kapalnya, termasuk banyak pekerja Indonesia.
WASHINGTON - Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat memberlakukan larangan impor baru pada produk makanan laut dari armada penangkapan ikan China .
Menteri Keamanan Dalam Negeri Alejandro Mayorkas mengatakan tindakan itu menandai pertama kalinya CBP melarang impor dari seluruh armada penangkapan ikan, yang bertentangan dengan masing-masing kapal yang menjadi sasaran di masa lalu. Pejabat CBP mengatakan penyelidikan badan tersebut mengungkapkan bahwa banyak pekerja Indonesia yang dipekerjakan di kapal Penangkap Ikan Laut Dalian menemukan diri mereka berada dalam kondisi yang jauh berbeda dari yang mereka harapkan dan menjadi sasaran kekerasan fisik, pemotongan gaji, jeratan utang dan kondisi kerja dan hidup yang kejam.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
AS Larang Impor dari Armada China yang Gunakan Buruh Kerja Paksa IndonesiaDinas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (Customs and Border Protection/CBP) Amerika Serikat (AS) pada Jumat (28/5) memberlakukan sebuah larangan impor baru atas makanan laut dari sebuah armada perikanan China. CBP mengatakan, seperti dikutip Reuters, langkah itu diambil karena armada itu...
Baca lebih lajut »
Filipina protes kehadiran ilegal China di Laut China SelatanFilipina kembali memprotes "kehadiran dan aktivitas ilegal" China yang terus berlanjut di dekat sebuah pulau yang dikuasai negara Asia Tenggara itu, ...
Baca lebih lajut »
Ketegangan China-Filipina Berlanjut Buntut Aktivitas Kapal di LautPemerintah Filipina bersitegang dengan China soal aktivitas kapal di Laut China Selatan. Simak selengkapnya:
Baca lebih lajut »
China dan Covid-19 Dibahas Pemimpin Australia-Selandia BaruPM Australia Scott Morrison bertemu PM Selandia Baru Jacinda Ardern. Mereka membahas relasi kedua negara dengan China serta rencana pembukaan kembali perbatasan kedua negara pascapandemi Covid-19. Internasional AdadiKompas bendkoest
Baca lebih lajut »