Pendeta Aniaya Sesama Pendeta di Jakpus, 1 Luka Lebam, Begini Ceritanya...
Seorang pendeta dari Gereja Pantekosta di Indonesia bernama Daendels Kaluas diduga dianiaya oleh sesama pendeta dan juga sekelompok orang tak kenal di salah satu hotel bilangan Jakarta Pusat.
Aksi unjuk rasa yang dilakukan yakni terkait penolakan kebijakan yang diambil oleh Majelis Pusat GPDL, Sebab menurutnya kebijakan tersebut tidak sesuai seperti adanya pemalsuan AD/ART. "Tiba-tiba datang lagi satu orang langsung kerah baju saya sampe putus kancingnya. Saya ditarik setelah itu terlepas, dan setelah itu ada pukulan dari belakang saya gak tau siapa yang pukul, akhirnya saya putar liat gak tau siapa lagi," terangnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Article headlineGELORA.CO -Yati Narsinghanand, merupakan seorang pendeta Hindu yang viral di media sosial lantaran aksi kontroversialnya setelah berpidato ...
Baca lebih lajut »
Article headlineGELORA.CO - Seorang pendeta Hindu bernama Yati Narsinghanand Saraswati (58) di India viral karena mengajak seluruh umat Hindu di seluruh dun...
Baca lebih lajut »
Pelajar Kelas 1 SMP Melahirkan, Keluarga Lapor ke PolisiSeorang pelajar kelas 1 SMP di Kabupaten Trenggalek melahirkan seorang bayi.
Baca lebih lajut »
Tanggapi Seruan Serang Kabah Pendeta Hindu India, Kiai Said: Allah SWT yang Jaga Langsung |Republika OnlineKiai Said mengajak umat tidak terprovokasi ajakan serang Kabah pendeta Hindu India
Baca lebih lajut »
DPR Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi Seruan Pendeta Hindu IndiaAnggota DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengingatkan, amal-amal sosial lain dalam bentuk zakat, infaq dan sadaqah perlu diintensifkan.
Baca lebih lajut »
PAN Anggap Pernyataan Sampah Pendeta Yati Tak Mengurangi Kehormatan Agama IslamPAN meminta umat Islam di Indonesia tidak terprovokasi dengan pernyataan pendeta Hindu India Yati Narsinghanand soal seruan merebut Makkah, terlebih pada bulan Ramadan.
Baca lebih lajut »