Terlanjur Diresmikan, Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Tak Kunjung Dibuka, Ternyata Pembangunan Masih Belum Beres
- Meski sudah diresmikan sejak, 14 November 2022 lalu tapi hingga sekarang Masjid Raya Sheikh Zayed Solo masih belum dibuka untuk umum.
Kepala Kantor Kementerian Agama Solo Hidayat Maskur mengatakan sudah mengejar-ngejar pengerjaan yang belum selesai segera diselesaikan. Jadi biar secepatnya dibuka untuk umum. Menurutnya, semua itu dicatat dan harus dibenahi. Karena pihak UEA sendiri belum mau menerima dengan kondisi yang masih catatan tersebut.
Ketika ditanya kapan bisa dibuka, dia belum bisa memastikan. Karena masih ada pengerjaan yang harus diselesaikan.Dikatakannya, jika masjid pemberian Presiden UEA ini diserahkan dan masih ditangan kontraktor.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Intip Interior Masjid Sheikh Zayed Solo, Ada Name Plate Kreasi Muda IndonesiaSaat peresmian Masjid Syaikh Zayed Solo, Presiden Joko Widodo dan Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Zayed Al Nahyan, mereka menandatangani prasasti atau name plate dari kuningan.
Baca lebih lajut »
Penyebab Masjid Sheikh Zayed Solo Belum Dibuka untuk Umum, Kemenag: Ramadhan Harus Bisa DipakaiMasjid Raya Sheikh Zayed Solo masih belum dibuka untuk umum hingga akhir Januari 2023, Kemenag ungkap beberapa alasannya.
Baca lebih lajut »
Polri Bakal Berhenti Terbitkan Pelat RF, FAKTA: Tak Ada Lagi Kesombongan di Jalan RayaRencana penghentian penerbitan pelat kendaraan RF dinilaidapat mengurangi kesombongan pengendara di jalan raya dan tak ada lagi 'pelat dewa'.
Baca lebih lajut »
Polisi Bantu Pembangunan Masjid yang Dibakar ODGJ di Garut |Republika OnlinePerbaikan masjid ditargetkan rampung sebelum Ramadhan.
Baca lebih lajut »
Polisi Bengkulu Buru Pembunuh Marbot Masjid |Republika OnlineKorban meninggal setelah mengalami penganiayaan berat.
Baca lebih lajut »
Politisi Rasmus Paludan Kembali Bakar Al Quran di Depan Masjid di DenmarkPolitisi sayap kanan Rasmus Paludan membakar salinan Al-Quran di depan sebuah masjid di Noerrebro, di Kopenhagen, Denmark
Baca lebih lajut »