Isu Radikal dan Intoleran Diprediksi Tak Laku Lagi di Pemilu 2024
Situasi politik sekarang jauh lebih cair dan terbuka sehingga isu dikotomis seperti radikal, nonradikal, dan semacamnya tak bakal lagi laku pada pemilu 2024, kata peneliti Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Siti Zuhro.Menurut analisis Siti, jika dibandingkan pemilu 2019, saat ini situasi jauh lebih cair dan terbuka. Pada pemilu sebelumnya masyarakat terdikotomi. Label radikal, nonradikal, dan intoleran cukup kental mewarnai pesta demokrasi pada Pemilu 2024.
Kendati demikian, khusus pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, Siti memberikan pandangan tersendiri. Meskipun basis massa Nahdlatul Ulama di Tanah Air tergolong kuat, menurut dia, berdasarkan fatwa PBNU, belum tentu tertuju pada PKB pada Pilpres 2024.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Article headlineGELORA.CO -Pelantikan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perdagangan erat kaitannya dengan Koalisi Ind...
Baca lebih lajut »
Article headlineGELORA.CO - Masjid Cikal Harapan yang berlokasi di Perumahan Citra Indah City Jonggol, Desa Sukamaju, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, k...
Baca lebih lajut »
Article headlineGELORA.CO - Elektabilitas dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memang menempati posisi teratas menurut hasil Lingkaran Survei Indonesi...
Baca lebih lajut »
Article headlineGELORA.CO - Politisi Fahri Hamzah menanggapi rencana pengesahan rancangan KUHP pada Juli 2022. Dalam rancangan itu, disebut orang yang mengh...
Baca lebih lajut »
Article headlineGELORA.CO -Ramai diberitakan bahwa Ustaz Abdul Somad (UAS) sempat ditolak menyampaikan tausiyah dalam acara tabligh akbar di Masjid Perumah...
Baca lebih lajut »
Article headlineGELORA.CO - Dua orang remaja diamankan pihak kepolisian lantaran menghina relawan dan mobil ambulance yang lewat. Mereka mengata-ngatai amb...
Baca lebih lajut »