Beyond the Breaking News

Arti Vonis Mati pada Bekas Menhan China yang Terbukti Korupsi

X-Hide-Not-Sdgs News

Arti Vonis Mati pada Bekas Menhan China yang Terbukti Korupsi
Partai Komunis ChinaKorupsiChina

Bekas Menhan Wei Fenghe dan Li Shangfu divonis mati karena menerima suap. Inilah vonis tertinggi terhadap jenderal China.

BEIJING, JUMAT — Kampanye pemberantasan korupsi China kembali menunjukkan wajah keras lewat vonis terhadap Wei Fenghe dan Li Shangfu . Para pensiunan jenderal yang juga bekas Menteri Pertahanan itu dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan atau 死刑缓期执行.

Vonis itu ujung dari setumpuk sanksi berat kepada dua pensiunan jenderal tersebut. Wei pensiun normal pada Maret 2023, lalu digantikan Li. Setelah pensiun, Wei malah tersangkut kasus korupsi bersama Li. Lalu, Li juga dicopot pada Oktober 2023.

Mereka jadi obyek penyelidikan dugaan korupsi di tubuh militer China. Sebelum dicopot dari kursi menhan, Li tak terlihat di muka umum hampir dua bulan. Belakangan, tersiar ia diselidiki oditurat militer China. Pada 2024, Wei dan Li sama-sama dipecat dari keanggotaan Partai Komunis China .

Politbiro PKC menyimpulkan Li sebagai pengkhianat. Li dinyatakan telah kehilangan jiwa dan semangat pengabdian terhadap partai dan Pasukan Pembebasan Rakyat . Di China, pemecatan dari PKC berarti akhir dari peluang melanjutkan kehidupan politik atau jabatan tinggi lain. Sanksi terhadap Wei dan Li ditambah dengan pembatalan pangkat jenderal.

Mereka juga dikeluarkan dari Komisi Militer Pusat , badan tertinggi pengendali PLA. Selain itu, harta mereka disita. Lalu, mereka dijatuhi 死刑缓期执行. Belum pernah ada jenderal China divonis mati, apalagi serentak diumumkan pada hari yang sama oleh mahkamah militer.

Meski divonis mati, belum tentu mereka dieksekusi. Dalam sistem hukum China, vonis itu berarti terpidana diberi waktu sampai dua tahun sejak vonis berkekuatan hukum tetap. Selama dua tahun, kalau berkelakuan baik dan tak mengulangi kejahatan yang didakwakan, terpidana akan otomatis mendapat perubahan hukuman. Dari hukuman mati jadi penjara seumur hidup tanpa peluang pengampunan dalam bentuk apa pun.melaporkan, vonis terhadap kedua bekas jenderal itu bagian dari upaya Presiden China Xi Jinping membersihkan jajaran pejabat tinggi China dari korupsi.

Sejak menjadi presiden pada 2012, Xi fokus pada pemberantasan korupsi. Bukan cuma sipil, militer juga menjadi sasaran pemberantasan korupsi. Bahkan, PLA menjadi target utama pemberantasan korupsi. Banyak jenderal divonis karena terlibat korupsi di China.

Mantan wakil ketua CMC, Guo Boxiong, dihukum seumur hidup pada 2016 karena menerima suap. Sementara mantan wakil ketua CMC lainnya, Xu Caihou, meninggal karena kanker pada 2015 saat sedang diselidiki atas kasus korupsi. Lembaga Studi Strategis Internasional menyatakan pembersihan jajaran militer dari korupsi yang sedang dilakukan Xi itu membawa dampak serius dalam struktur komando militernya. Ini dikhawatirkan akan menghambat kesiapan angkatan bersenjata China yang sedang dipacu untuk melakukan modernisasi dengan cepat.

Pada awal tahun ini, ada jenderal lain dipecat, Zhang Youxia. Padahal, ia anggota Politbiro dan sudah lama dianggap dekat dengan Xi. Selain itu, Zhang juga menjadi Wakil Ketua CMC. Selain Zhang, Jenderal Liu Zhenli juga diselidiki atas dugaan korupsi.

Liu memimpin Departemen Kepala Staf Gabungan CMC. Dengan pencopotan Zhang dan Liu, kini CMC praktis hanya diisi dua orang, salah satunya Xi. Pengganti Li, Dong Juan, masih menjabat sebagai menhan, tetapi ia tidak diangkat ke Komisi Militer Pusat yang bertugas mengawasi militer. Sebelumnya, CMC punya 11 anggota.

Ketuanya adalah Presiden China sekaligus Sekretaris Jenderal PKC, Xi. Sementara sisa satu dari empat anggotanya adalah Zhang Shengmin yang merangkap menjadi Sekretaris Komite Disiplin CMC. Sebelum pencopotan Zhang dan Liu, China sudah mencopot He Weidong, Li Shangfu, dan Miao Hua dari CMC. Zhang diduga terlibat korupsi kala menjadi petinggi bagian pengadaan di PLA pada 2012-2017.

Meski kampanye Xi itu menyasar korupsi, Xi juga menggunakan kampanye antikorupsi sebagai cara untuk mengonsolidasikan loyalitas politik dan kendali di antara elite politik. Namun, belum jelas apakah Wei maupun Li berbeda pendapat tentang kebijakan atau politik dengan Xi atau tidak. Wei menjabat sebagai menhan dari tahun 2018 hingga 2023. Li kemudian menggantikannya, tetapi hanya menjabat selama beberapa bulan sebelum kemudian menghilang dari publik.

Ia dicopot dari jabatannya pada Oktober 2023. Sepanjang kariernya, Li menjadi spesialis di korps rudal dan pengadaan PLA. Ia pernah dijatuhi sanksi AS membeli perangkat keras militer dari Rusia. , Li diduga menerima uang dalam jumlah besar dalam bentuk suap dan menyuap orang lain.

”Li tidak memenuhi tanggung jawab politik dan mencari keuntungan untuk dirinya sendiri dan orang lain,” sebutpada 2024 disebutkan proses penyelidikan terhadap Wei menemukan ia juga menerima uang dalam jumlah besar dan barang berharga dalam bentuk suap dan membantu orang lain mendapatkan keuntungan yang tidak pantas dalam pengaturan personel. Setelah Wei dan Li mendapatkan pengurangan hukuman, mereka akan dipenjara seumur hidup tanpa kemungkinan pengurangan hukuman atau pembebasan bersyarat lebih lanjut.

Vonis itu ujung dari setumpuk sanksi berat kepada dua pensiunan jenderal tersebut. Wei pensiun normal pada Maret 2023, lalu digantikan Li.

Setelah pensiun, Wei malah tersangkut kasus korupsi bersama Li. Lalu, Li juga dicopot pada Oktober 2023. Mereka jadi obyek penyelidikan dugaan korupsi di tubuh militer China. Sebelum dicopot dari kursi menhan, Li tak terlihat di muka umum hampir dua bulan.

Belakangan, tersiar ia diselidiki oditurat militer China. Setelah Menlu China Qin Gang, kini Menhan China Li Shangfu menghilang sejak tiga pekan lalu. Tidak ada kejelasan di mana keberadaannya saat ini. Beredar kabar, Li sedang diselidiki terkait dugaan korupsi.

Pada 2024, Wei dan Li sama-sama dipecat dari keanggotaan Partai Komunis China . Politbiro PKC menyimpulkan Li sebagai pengkhianat. Li dinyatakan telah kehilangan jiwa dan semangat pengabdian terhadap partai dan Pasukan Pembebasan Rakyat . Di China, pemecatan dari PKC berarti akhir dari peluang melanjutkan kehidupan politik atau jabatan tinggi lain.

Sanksi terhadap Wei dan Li ditambah dengan pembatalan pangkat jenderal. Mereka juga dikeluarkan dari Komisi Militer Pusat , badan tertinggi pengendali PLA. Selain itu, harta mereka disita. Lalu, mereka dijatuhi 死刑缓期执行.

Belum pernah ada jenderal China divonis mati, apalagi serentak diumumkan pada hari yang sama oleh mahkamah militer. Meski divonis mati, belum tentu mereka dieksekusi. Dalam sistem hukum China, vonis itu berarti terpidana diberi waktu sampai dua tahun sejak vonis berkekuatan hukum tetap. Selama dua tahun, kalau berkelakuan baik dan tak mengulangi kejahatan yang didakwakan, terpidana akan otomatis mendapat perubahan hukuman.

Dari hukuman mati jadi penjara seumur hidup tanpa peluang pengampunan dalam bentuk apa pun.melaporkan, vonis terhadap kedua bekas jenderal itu bagian dari upaya Presiden China Xi Jinping membersihkan jajaran pejabat tinggi China dari korupsi. Sejak menjadi presiden pada 2012, Xi fokus pada pemberantasan korupsi. Bukan cuma sipil, militer juga menjadi sasaran pemberantasan korupsi. Bahkan, PLA menjadi target utama pemberantasan korupsi.

Banyak jenderal divonis karena terlibat korupsi di China. Mantan wakil ketua CMC, Guo Boxiong, dihukum seumur hidup pada 2016 karena menerima suap. Sementara mantan wakil ketua CMC lainnya, Xu Caihou, meninggal karena kanker pada 2015 saat sedang diselidiki atas kasus korupsi. Terlibat korupsi, Jenderal Zhang Youxia dan Jenderal Liu Zhenli dicopot dari Komisi Militer Pusat.

Korupsi disebut pengkhianatan terhadap negara dan partai. Lembaga Studi Strategis Internasional menyatakan pembersihan jajaran militer dari korupsi yang sedang dilakukan Xi itu membawa dampak serius dalam struktur komando militernya. Ini dikhawatirkan akan menghambat kesiapan angkatan bersenjata China yang sedang dipacu untuk melakukan modernisasi dengan cepat. Pada awal tahun ini, ada jenderal lain dipecat, Zhang Youxia.

Padahal, ia anggota Politbiro dan sudah lama dianggap dekat dengan Xi. Selain itu, Zhang juga menjadi Wakil Ketua CMC. Selain Zhang, Jenderal Liu Zhenli juga diselidiki atas dugaan korupsi. Liu memimpin Departemen Kepala Staf Gabungan CMC.

Dengan pencopotan Zhang dan Liu, kini CMC praktis hanya diisi dua orang, salah satunya Xi. Pengganti Li, Dong Juan, masih menjabat sebagai menhan, tetapi ia tidak diangkat ke Komisi Militer Pusat yang bertugas mengawasi militer. Sebelumnya, CMC punya 11 anggota. Ketuanya adalah Presiden China sekaligus Sekretaris Jenderal PKC, Xi.

Sementara sisa satu dari empat anggotanya adalah Zhang Shengmin yang merangkap menjadi Sekretaris Komite Disiplin CMC. Sebelum pencopotan Zhang dan Liu, China sudah mencopot He Weidong, Li Shangfu, dan Miao Hua dari CMC. Zhang diduga terlibat korupsi kala menjadi petinggi bagian pengadaan di PLA pada 2012-2017. Meski kampanye Xi itu menyasar korupsi, Xi juga menggunakan kampanye antikorupsi sebagai cara untuk mengonsolidasikan loyalitas politik dan kendali di antara elite politik.

Namun, belum jelas apakah Wei maupun Li berbeda pendapat tentang kebijakan atau politik dengan Xi atau tidak. Wei menjabat sebagai menhan dari tahun 2018 hingga 2023. Li kemudian menggantikannya, tetapi hanya menjabat selama beberapa bulan sebelum kemudian menghilang dari publik. Ia dicopot dari jabatannya pada Oktober 2023.

Sejumlah menteri di China kerap tiba-tiba menghilang dari publik, seperti Menteri Pertahanan China Dong Jun. Biasanya mereka diselidiki terkait dugaan korupsi. Sepanjang kariernya, Li menjadi spesialis di korps rudal dan pengadaan PLA. Ia pernah dijatuhi sanksi AS membeli perangkat keras militer dari Rusia.

, Li diduga menerima uang dalam jumlah besar dalam bentuk suap dan menyuap orang lain. ”Li tidak memenuhi tanggung jawab politik dan mencari keuntungan untuk dirinya sendiri dan orang lain,” sebutpada 2024 disebutkan proses penyelidikan terhadap Wei menemukan ia juga menerima uang dalam jumlah besar dan barang berharga dalam bentuk suap dan membantu orang lain mendapatkan keuntungan yang tidak pantas dalam pengaturan personel.

Setelah Wei dan Li mendapatkan pengurangan hukuman, mereka akan dipenjara seumur hidup tanpa kemungkinan pengurangan hukuman atau pembebasan bersyarat lebih lanjut.

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

hariankompas /  🏆 8. in İD

Partai Komunis China Korupsi China Tentara Pembebasan Rakyat China PLA Utama X-Hide-Educate-Me

 

United States Latest News, United States Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Nanti Kita Cerita Tentang (Arti) EfisiensiNanti Kita Cerita Tentang (Arti) EfisiensiMemang tidak mudah untuk memahami langkah yang dipilih dan ditempuh Prabowo, terutama terkait efisiensi anggaran.
Read more »

Dua mantan menhan China dijatuhi hukuman mati atas tuduhan suapDua mantan menhan China dijatuhi hukuman mati atas tuduhan suapDua mantan menteri pertahanan China, Wei Fenghe dan Li Shangfu, pada Kamis (7/5) dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan selama dua tahun terkait tuduhan ...
Read more »

China Hukum Mati 2 Mantan Menteri Pertahanan terkait Kasus SuapChina Hukum Mati 2 Mantan Menteri Pertahanan terkait Kasus SuapSiapa saja dua mantan Menhan China yang dimaksud?
Read more »

China: Dua mantan menhan dihukum mati terkait kasus korupsiChina: Dua mantan menhan dihukum mati terkait kasus korupsiDua mantan menteri pertahanan China telah dijatuhi hukuman mati dengan masa penangguhan atas tuduhan korupsi, menurut media pemerintah.
Read more »



Render Time: 2026-06-13 15:51:59