Periode April-Juni 2021, studi Kemenkes temukan efektivitas vaksin Sinovac kurang cukup melindungi tenaga kesehatan (nakes).
Liputan6.com, Jakarta Periode April-Juni 2021, studi Kementerian Kesehatan menemukan, efektivitas vaksin Sinovac kurang cukup melindungi tenaga kesehatan . Studi dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes melibatkan 71.455 tenaga kesehatan di DKI Jakarta.
"Meskipun demikian, vaksinasi lengkap masih efektif melindungi dari risiko perawatan dan kematian akibat COVID-19." 2 dari 3 halamanEfektivitas Sinovac Berkurang pada April-Juni 2021Pada April-Juni 2021, proporsi tenaga kesehatan yang divaksinasi lengkap dan dirawat berkurang hingga 6 kali lipat lebih rendah, yakni dari 18 persen menjadi 3,3 persen. Efektivitas Sinovac dalam mencegah perawatan adalah 74 persen berkurang, menjadi 53 persen .
"Meski begitu, vaksinasi terbukti masih efektif dalam menekan resiko perawatan dan kematian pada tenaga kesehatan, walaupun risiko paparan virus bagi tenaga kesehatan sangat tinggi," pungkas Siti Nadia Tarmizi.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Jadwal Baru Migrasi TV Analog ke Digital, Mulai April 2022Kominfo mengumumkan jadwal baru migrasi TV analog ke TV digital di Indonesia.
Baca lebih lajut »
Kemenkes RI Ungkap Riset Soal Vaksin Sinovac, Efektif Lawan Mutasi Corona?Kemenkes mengumumkan riset terbaru soal efektivitas vaksin Sinovac. Hasilnya, vaksin ini masih cukup efektif mencegah perawatan-kematian akibat varian Delta.
Baca lebih lajut »
5 Juta Dosis Vaksin CoronaVac Produksi Sinovac Tiba di IndonesiaSebanyak 5.000.000 dosis vaksin CoronaVac produksi Sinovac tiba di Indonesia hari ini, Jumat, 13 Agustus 2021.
Baca lebih lajut »
Saudi Kaji Penggunaan Sinovac, Komnas Haji: Ini Kabar Baik |Republika OnlineOtoritas Arab Saudi disebut tengah mengkaji penggunaan vaksin Sinovac.
Baca lebih lajut »
Studi Terbaru Kemkes: Vaksin Covid-19 Efektif Cegah Perawatan dan KematianPara tenaga kesehatan ini mayoritas mendapatkan vaksin Sinovac.
Baca lebih lajut »