Apakah Makan Daging Merah Mempengaruhi Kesehatan?

Indonesia Berita Berita

Apakah Makan Daging Merah Mempengaruhi Kesehatan?
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 SINDOnews
  • ⏱ Reading Time:
  • 37 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 18%
  • Publisher: 51%

Banyak orang menganggap makan daging merah dapat menyebabkan berbagai konsekuensi kesehatan, mulai risiko kanker hingga...

Banyak orang menganggap makan daging merah dapat menyebabkan berbagai konsekuensi kesehatan, mulai risiko kanker hingga kematian dini, benarkah? Foto/Istimewa.- Ada beberapa laporan yang mengatakan bahwa daging merah dapat menyebabkan berbagai konsekuensi kesehatan, mulai risiko kanker yang lebih tinggi, masalah kardiovaskular hingga kematian dini di antara hasil kesehatan negatif lainnya.

Setelah mengevaluasi bukti yang disajikan oleh studi yang relevan, para peneliti menyimpulkan bahwa sementara mungkin ada hubungan antara konsumsi daging merah dan risiko hasil kesehatan yang buruk, tapi tidak jelas apakah ada efek negatif yang signifikan.Bukti bahwa mengurangi asupan daging merah olahan dan tidak diproses akan mengurangi risiko kanker, penyakit kardiovaskular, dan kematian dini, dalam banyak kasus memiliki kepastian yang rendah.

Namun, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Arteriosclerosis, Thrombosis and Vascular Biology, menunjukkan bahwa gigitan kutu dapat memicu reaksi alergi terhadap daging merah dan menyebarkan sensitivitas terhadap alergen di antara orang-orang.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

SINDOnews /  🏆 40. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Orang Makan Lebih Banyak Ketika Bersama Teman – Bebas AksesOrang Makan Lebih Banyak Ketika Bersama Teman – Bebas AksesHasil penelitian menunjukkan bahwa orang cenderung makan lebih banyak ketika makan bersama teman dibandingkan dengan ketika mereka makan sendiri atau dengan orang asing. Fenomena ini dikenal sebagai fasilitasi sosial makan. Humaniora suburtjahjono
Baca lebih lajut »

Ditangkap karena Narkoba, Apakah Rifat Umar Juga Pengedar?Ditangkap karena Narkoba, Apakah Rifat Umar Juga Pengedar?Rifat Umar ditangkap bersama seorang perempuan karena narkoba. Pihak kepolisian menemukan sejumlah barang bukti berupa beragam jenis kemasan ganja.
Baca lebih lajut »

Joki Makin Terang-Terangan di Australia, Apakah Mahasiswa Indonesia Terlibat?Beberapa siswa rela membayar joki seharga 4.444 dolar Australia (Rp 42 juta).
Baca lebih lajut »

Ditanya Apakah akan Jadi Menteri Lagi? Amran TersenyumDitanya Apakah akan Jadi Menteri Lagi? Amran TersenyumAmran menegaskan bahwa ia hanyalah seorang pekerja.
Baca lebih lajut »

Ma'ruf Amin ke Istana Wapres, Salat Jumat-Makan Bareng JKMa'ruf Amin ke Istana Wapres, Salat Jumat-Makan Bareng JKWakil Presiden (Wapres) terpilih Ma'ruf Amin mendatangi Istana Wakil Presiden. Ma'ruf datang untuk bertemu dengan Wapres Jusuf Kalla. MarufAmin JusufKalla
Baca lebih lajut »

22 Tahun Selalu Makan Junk Food, Wanita Ini Hampir Buta!22 Tahun Selalu Makan Junk Food, Wanita Ini Hampir Buta!Terlalu banyak konsumsi makanan cepat saji berakibat buruk bagi kesehatan. Wanita ini, misalnya, hampir buta karena konsumsi makanan tersebut selama puluhan tahun! JunkFood MakananCepatSaji via detikfood
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-04-04 03:01:17