Direktur Utama Pupuk Sriwidjaja Tri Wahyudi Saleh menyambut baik kerja sama distribusi pupuk bersubsidi dengan moda angkutan kereta api.
"Kalau kita pakai truk mungkin bisa 4-5 jam dari Cilacap, kalau ini 3 jam sudah sampai sini , tepat waktu," ungkap Tri Wahyudi dalam acara Peresmian Kerjasama Angkutan Pupuk Subsidi Menggunakan Kereta Api di Gudang Prupuk Brebes melalui keterangan tertulis, Selasa .Pendistribusian pupuk bersubsidi dengan kereta api, dikatakan Tri Wahyudi, juga sangat efektif dan efisien.
"Isu yang banyak beredar, pupuk tidak tepat waktu datangnya, jadi ini salah satu solusi untuk memperbaiki moda transportasi. Kapasitas gudang ini 10.000 ton, stok disini per hari ini 4.300 ton, sudah cukup maksimal. Selain itu posisinya sudah di atas 100% dari ketentuan Pemerintah sebesar 1.339 ton, sehingga kalau ada isu pupuk langka, pupuknya banyak, ini kita tunjukan ke masyarakat," tambah Tri Wahyudi.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Pegawai Pupuk Kaltim Sudah Lapor Harta Kekayaan di e-LHKPNPT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) mewajibkan seluruh karyawan melakukan pelaporan harta kekayaan melalui E-LHKPN
Baca lebih lajut »
Erick Thori Perintahkan Bulog dan ID Food Jaga Harga Beras hingga Daging Jelang LebaranDirektur Utama Holding BUMN Pangan ID Food Frans Marganda Tambunan dan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menemui Erick di kantornya dalam rangka mengendalikan harga pangan jelang Lebaran
Baca lebih lajut »
Bos Pertamina Beberkan 4 Penyebab Kilangnya Bisa KebakaranDirektur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan ada empat penyebab kilang Pertamina bisa kebakaran.
Baca lebih lajut »
Article headlineGELORA.CO -Kritikan tajam tertuju kepada Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati dan Komisaris Utama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) usai...
Baca lebih lajut »
Diberhentikan dari Direktur Penyelidikan KPK, Brigjen Endar Sudah Tak Diundang Rapat KerjaPemberhentian mendadak yang dilakukan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Direktur Penyelidikannya, Brigjen Pol Endar Priantoro menuai polemik.
Baca lebih lajut »