Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengakui ada anggota Polri meninggal akibat COVID-19. Polri
jpnn.com, JAYAPURA - Dari laporan yang diterima almarhum meninggal selain terjangkit COVID-19 juga karena terkena malaria. Sebelum meninggal dan dinyatakan positif almarhum sempat dirawat karena malaria, kata Irjen Pol Waterpauw kepada ANTARA di Jayapura, Sabtu.Baca Juga: Kapolda Papua mengakui pihaknya melalui Biddokkes sudah melakukan pemeriksaan rapid test kepada anggota dan hasilnya ada yang reaktif sehingga harus dilakukan pemeriksaan PCR.
Pemeriksaan tes cepat akan terus dilakukan mengingat anggota saat ini terus bertugas di tengah pandemi COVID-19 sehingga rentan terkena virus tersebut, namun untuk memutus mata rantai virus tersebut diharapkan seluruh anggota Polri dan ASN di lingkungan Polda Papua selalu menerapkan protokol kesehatan, kata Irjen Pol Waterpauw. Kabid Dokkes Polda Papua Kombes drg. Agustinus secara terpisah mengaku saat ini tercatat 1.484 personil yang dites cepat dan hasilnya 89 orang dinyatakan reaktif.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Pasien Positif Covid-19 di Papua Bertambah Jadi 929 Kasus |Republika OnlineAda tambahan 52 kasus baru di Papua.
Baca lebih lajut »
Kasus Positif Covid-19 di Papua Tembus Angka 1.000 Orang |Republika OnlinePositif corona pecahkan rekor tambah 993 orang, dan tertinggi di Jatim 286 orang.
Baca lebih lajut »
Jubir Covid-19 Papua Sebut Persediaan VTM Habis |Republika OnlineVTM diperlukan dalam melakukan pemeriksaan terhadap pasien reaktif Covid-19.
Baca lebih lajut »
PTUN Jakarta putuskan pemblokiran internet di Papua dan Papua Barat 'melanggar hukum'PTUN Jakarta menyatakan pemblokiran intenet yang terjadi pada Agustus-September 2019 di Papua dan Papua Barat, setelah wilayah itu dikoyak kerusuhan, melanggar hukum. Kominfo menaytakan akan berbicara dengan jaksa.
Baca lebih lajut »