Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) Irwan Sukri Banuwa mengaku pernah menerima titipan puluhan calon mahasiswa agar bisa diterima di perguruan tinggi negeri tempatnya bekerja itu dari sejumlah anggota DPR, DPRD, rekan bisnis hingga, anggota Polda Lampung.
Irwan mengungkapkan bahwa calon mahasiswa yang dititipkan kepadanya merupakan titipan dari kolega dekat yang seluruhnya sudah dikenal.Dalam persidangan tersebut, jaksa penuntut umum memperlihatkan bukti-bukti mahasiswa yang dititipkan kepada Dekan Pertanian Unila, di antaranya PNS Bappeda Lampung, bintara Polda Lampung, rekan bisnis, cucu mantan Bupati Mesuji, anggota DPRD Lampung, anggota Komisi X DPR, serta orang-orang di internal Fakultas Pertanian Unila.
“Dari mereka yang menitipkan, saya sama sekali tidak menerima hadiah atau uang. Itu semua karena ingin membantu saja,” ujar Irwan. Ia juga mengatakan setelah menerima titipan calon mahasiswa, dirinya melapor kepada Wakil Rektor I Unila Heryandi dan menyerahkan daftar calon mahasiswa titipan ke panitia seleksi penerimaan mahasiswa baru bernama Helmi.Dalam sidang lanjutan kasus suap penerimaan mahasiswa baru Unila 2022 dengan tiga terdakwa, yakni Karomani, Heryandi, dan M. Basri tersebut, JPU KPK berencana menghadirkan lima orang saksi, namun hanya tiga orang yang hadir.
Ketiga saksi itu adalah Ketua Satuan Pengendalian Internal Unila Budiono, Dekan Fakultas Pertanian Unila Irwan Sukri Banuwa, serta Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unila Suripto Dwi Yuwono. Sedangkan dua orang saksi lain yang tidak hadir adalah Pelaksana Tugas Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemenristek Dikti Tjitjik Sri Tjahjandarie dan dosen Universitas Syiah Kuala Ahmad Nizam.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Dekan Unila ungkap titipan mahasiswa dari anggota DPR hingga polisiDekan Fakultas Pertanian Unila Irwan Sukri Banuwa mengaku pernah menerima titipan puluhan calon mahasiswa dari sejumlah anggota DPR RI, DPRD, rekan bisnis, hingga anggota Polda Lampung.
Baca lebih lajut »
Mahasiswa UI Tewas Malah Tersangka, Anggota DPR: Harusnya Penyidik Peka'Kami juga mempertanyakan hal ini. Apa urgensinya penetapan tersangka terhadap almarhum Hasya,' kata anggota Komisi III DPR RI Habiburokhman.
Baca lebih lajut »
MK Diduga Ubah Substansi Putusan, Anggota DPR Dorong Pembentukan Dewan EtikNasir menilai dugaan perubahan ini berpotensi menjadikan MK sebagai alat segelintir kelompok dalam memenuhi ambisi politiknya.
Baca lebih lajut »
Anggota DPR Desak Propam Turun Tangan soal Mahasiswa UI Tewas Jadi TersangkaAnggota Komisi III DPR Santoso mengkritik keras Polda Metro yang menetapkan mahasiswa UI, Hasya (18), jadi tersangka kasus kecelakaan yang menewaskan dirinya.
Baca lebih lajut »
Anggota Komisi VI DPR Setuju Adhi Karya Menggarap Proyek IKN, Begini AlasannyaAnggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto menegaskan pihaknya mendukung penuh PT Adhi Karya mendapatkan tanggung jawab sebagai kontraktor dalam pembangunan IKN.
Baca lebih lajut »
Anggota Komisi III DPR Minta Propam Polri Turun Tangan Periksa Penyidik Kasus Tabrakan Mahasiwa UIAnggota Komisi III DPR Habiburokhman meminta Divisi Propam Polri turun tangan dalam kasus tabrakan yang menewaskan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Hasya
Baca lebih lajut »