'Poin utama adalah kebenaran itu harus disuarakan seberapa pun itu sulit, seberapa pun itu berisiko karena saya bukan pinokio,' kata Ananda Badudu.
disomasi polisi terkait ucapan mahasiswa diperiksa secara tak etis dan tanpa didampingi pengacara. Ananda mengaku hanya bermaksud menyuarakan kebenaran.
"Yang jelas poin utama yang ingin saya sampaikan, kepentingan saya yang pertama adalah menyuarakan kebenaran karena kebenaran itu tidak boleh dibengkokan sebagaimana saya belajar dari guru saya di Tempo, Amarzan Loebis," kata Ananda di kantor Tempo, Jl Palmerah Barat, Jakarta Barat, Selasa . Cucu tokoh bahasa Indonesia, JS Badudu itu, mengatakan sikapnya didasari dari wartawan senior Tempo Amarzan Loebis. Sikap itu didapatnya selama menjadi wartawan.Ananda mengatakan hanya menyampaikan kebenaran meski berisiko terhadap dirinya.
"Saya ada 6 tahun kerja di Tempo, selama 6 tahun itu saya juga rajin mengikuti kelas evaluasi beliau ," ucapnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Ananda Badudu: Saya marah dan merasa gak berdaya
Baca lebih lajut »
Ketika Menulis Lagu Tak Lagi Cukup untuk Ananda Badudu BersuaraMeski berprofesi sebagai musisi, ia mengatakan, saat ini musisi tak cukup hanya menyuarakan isi hatinya lewat lagu.
Baca lebih lajut »
Polisi Somasi Ananda Badudu soal Pemeriksaan MahasiswaPolisi menyebut Ananda Badudu telah menyebar kebohongan soal pemeriksaan para mahasiswa yang disebut Ananda dilakukan secara tidak etis.
Baca lebih lajut »
Polisi akan Layangkan Somasi Terhadap Ananda BaduduSomasi itu buntut dari pernyataanya bahwa mahasiswa diperiksa tanpa pendamping hukum.
Baca lebih lajut »
Polisi Minta Ananda Badudu Klarifikasi PernyataannyaPolda Metro Jaya akan melayangkan somasi kepada Ananda Badudu.
Baca lebih lajut »
Polisi Somasi Ananda Badudu soal 'Pemeriksaan Tak Etis Mahasiswa''Begitu kejamnya pernyataan Ananda Badudu yang menyudutkan Resmob dan Polri pada umumnya kami sebagai anggota Polri nggak terima,' kata AKP Rovan. AnandaBadudu Polisi
Baca lebih lajut »