Menurut Ismail Fahmi, buzzer di media sosial membuat pemerintah tidak bisa mengetahui aspirasi apa yang disampaikan masyarakat melalui media sosial. Buzzer Moeldoko
Ismail awalnya menjelaskan soal buzzer yang dipelihara. Dia menyebut buzzer negara memelihara buzzer semenjak tahun 2014."Sekarang, semenjak tahun 2014, dalam menghadapi media sosial itu, negara bukan memberikan berita positif, tetapi negara malah menaruh buzzer untuk menghadapi opini. Itulah yang kemudian apa, menyebabkan buntu. Mereka yang mengkritik jadinya seperti buzzer," kata Ismail kepada wartawan, Kamis .
"Akibatnya apa? Karena tidak mendapatkan tanggapan dari pemerintah, dan pemerintah juga mendengar. Jadi buzzer membereskan aja, ketika ada ini, diberesin ini. Ketika ada sesuatu yang bikin ramai, ditangkal isu lain. Kemudian ada satu isu yang pemerintah mau angkat, dia bikin kampanye luar biasa, yang menghalangi langsung dihajar oleh buzzer itu," imbuhnya.
"Seharusnya tidak ada buzzer di Istana, tidak ada buzzer di oposisi, yang ada adalah rakyat, yang ada adalah publik yang menyampaikan suara di media sosial, menyampaikan kritikan. Kemudian pemerintah mendengarkan big data, mendengarkan sinyal itu," ucapnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Analis sebut penerbitan Perppu KPK berpotensi timbulkan konflik baruAnalis Politik Sulthan Muhammad Yus menyebutkan penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) UU KPK yang baru disahkan oleh DPR akan ...
Baca lebih lajut »
Analis Pertahanan: Kalau Panglima dan Kapolri Tak Kuat, Kudeta...Presiden Joko Widodo (Jokowi) didesak segera membentuk kabinetnya. Pasalnya, situasi dalam negeri yang akhir-akhir ini semakin...
Baca lebih lajut »
Puan Ketua DPR, Analis: Ubah citra DPR saja tidak cukupAnalis komunikasi dan marketing politik UGM Yogyakarta Nyarwi Ahmad menilai langkah yang harus dilakukan Puan Maharani sebagai Ketua DPR tidak cukup hanya ...
Baca lebih lajut »
Buronan 17 Tahun Tertangkap Berkat DroneSeorang buronan selama 17 tahun akhirnya ditangkap di dalam sebuah gua di Yunnan, China, berkat penggunaan pesawat nirawak (drone).
Baca lebih lajut »
Pakai Drone, Buron China yang Diburu 17 Tahun Terlacak Sembunyi di GuaTeknologi semakin banyak digunakan untuk membantu polisi China dalam menyelesaikan kasus kejahatan.
Baca lebih lajut »
Ribut soal Buzzer, Moeldoko Tersirat Akui Ada Buzzer Pemerintah? - Viral - www.indonesiana.idKepala Kantor Staf Presiden Moeldoko juga menanggapi soal buzzer. Ia membantah kantornya mengomandani pendengung (buzzer) pendukung Presiden Joko Widodo atau Jokowi di media sosial untuk menyerang lawan politik.
Baca lebih lajut »