Keinginan Gibran maju ke pemilihan kepala daerah 2020 dinilai sah-sah saja,.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rencana putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming maju sebagai calon wali kota Solo 2020 menuai pro kontra. Tidak sedikit pihak yang menentang Gibran untuk mengikuti jejak bapaknya di kancah politik. Mengingat, Joko Widodo masih akan menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia hingga 2024 mendatang.
Baca Juga Politikus PPP ini menegaskan selama syarat-syarat dalam undang-undang itu terpenuhi maka siapapun boleh maju pilkada. Tidak terkecuali dengan anak Presiden."Tentang dinasti politik juga tak ada larangan di UU. Awalnya sempat dilarang namun kemudian dibatalkan MK . Dalam konteks ini tak ada larangan dinasti politik," tegas Baidowi kepada Republika.co.id, baru-baru ini.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Anak-anak PAUD salurkan bantuan untuk anak-anak pengungsi WamenaSejumlah anak-anak pendidikan anak usia dini di Kota Jayapura, Provinsi Papua menyalurkan bantuan untuk anak-anak pengungsi asal Wamena, Kabupaten Jayawijaya ...
Baca lebih lajut »
3 Anak Presiden Diprediksi Jadi Menteri, Tidak Ada Anak Megawati - Tribun AmbonBeberapa nama diyakini akan masuk dalam komposisi kabinet pemerintahan mendatang, pasca Jokowi Kiai Ma'ruf akan dilantik tanggal 20 Oktober.
Baca lebih lajut »
Tiga Anak Presiden Masuk Kabinet Jokowi Kiai Maruf - Tribunnews.com'Dan ini bisa menjadi, paling tidak proses generasi politik ke depan. Karena tahun 2024 akan menjadi generasi baru,' lanjutnya.
Baca lebih lajut »
3 Anak Presiden Ini Diprediksi Masuk Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin, 7 Menteri Kemungkinan Dipertahankan - Tribun WowBeberapa nama diyakini akan masuk dalam komposisi kabinet pemerintahan mendatang, pasca Jokowi Kiai Maruf akan dilantik tanggal 20 Oktober. Siapa?
Baca lebih lajut »
Bos FBI: WhatsApp Cs Rentan Bahayakan Anak-anakDirektur FBI, Christopher Wray menyatakan keinginan Facebook membenamkan enkripsi end to end pada semua layanan pesannya akan membahayakan anak-anak. Ini dia sebabnya: Facebook via detikinet
Baca lebih lajut »