Anak Didiagnosis Penyakit Kronis, Redakan Panik dengan Cara Berikut

Indonesia Berita Berita

Anak Didiagnosis Penyakit Kronis, Redakan Panik dengan Cara Berikut
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 tempodotco
  • ⏱ Reading Time:
  • 24 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 13%
  • Publisher: 63%

Anak Didiagnosis Penyakit Kronis, Redakan Panik dengan Cara Berikut TempoGaya

TEMPO.CO, Jakarta - Psikolog klinis anak dan keluarga Anna Surti Ariani mengimbau orang tua mengatur napas sebagai langkah untuk mengurangi rasa panik saat anak didiagnosa penyakit serius.“Kalau misalnya kita bisa menenangkan diri maka sesungguhnya kita bisa mentransfer energi positif itu ke anak. Jadi, langkah termudahnya adalah dengan mengendalikan napas,” ujar psikolog yang biasa dipanggil Nina itu.

Bikin perasaan legaJika masih terasa mengganjal di dalam hati, Nina menyarankan orang tua melakukan hal yang ingin dilakukan agar merasa lega, misalnya ingin berteriak atau melempar barang. Nina juga mengingatkan jika ingin melampiaskan emosi dengan cara seperti itu, sebaiknya cari tempat dan barang yang aman saat melakukannya. Misal menangis di kamar mandi dalam keadaan keran menyala atau melempar bantal untuk melepaskan perasaan tidak nyaman tersebut.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

tempodotco /  🏆 12. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Suara Anak Indonesia Dihimpun di SemarangSuara Anak Indonesia Dihimpun di SemarangPeringatan Hari Anak Nasional 2023 menjadi momentum untuk merumuskan suara dari anak-anak Indonesia. Dikbud AdadiKompas
Baca lebih lajut »

Hemofilia, Penyakit Genetik yang Bisa Sebabkan Anak Alami DisabilitasHemofilia, Penyakit Genetik yang Bisa Sebabkan Anak Alami DisabilitasHEMOFILIA merupakan penyakit gangguan pembekuan darah genetik yang disebabkan oleh kurangnya faktor pembekuan darah dalam tubuh yang bisa menyebabkan seorang anak mengalami kondisi disabilitas atau kecacatan. Sumber:
Baca lebih lajut »

80 Anak yang Dipenjara Diusulkan Dapat Remisi di Hari Anak NasionalSebanyak 80 anak yang dipenjara diusulkan akan mendapat remisi saat Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2023.
Baca lebih lajut »

Bahagia Lihat Rekening, Inara Rusli: Rezeki Anak-anakBahagia Lihat Rekening, Inara Rusli: Rezeki Anak-anakSelebritas Inara Rusli mengaku sedang bahagia akhir-akhir ini. Meski dalam proses perceraian dari Virgoun, dia merasa banyak hal lain yang membuat senang.
Baca lebih lajut »

Hasil Bumi Perajut Mimpi Anak-anak Lereng Gunung SlametHasil Bumi Perajut Mimpi Anak-anak Lereng Gunung SlametSebuah sekolah di lereng Gunung Slamet, Banyumas, Jawa Tengah, menggratiskan biaya untuk para muridnya. Sebagai pengganti uang pendaftaran, warga hanya perlu membawa hasil bumi. Nusantara AdadiKompas
Baca lebih lajut »

Viral Video Diduga Anak Nikita Mirzani Lolly Mabuk, Netizen: Anak Sama Emak Sama SajaViral Video Diduga Anak Nikita Mirzani Lolly Mabuk, Netizen: Anak Sama Emak Sama SajaPutri pertama Nikita Mirzani, Lolly, lagi-lagi menjadi sorotan pengguna media sosial. Video beredar terlihat diduga Lolly seperti sedang mabuk berat dalam sebuah acara.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-27 23:57:55