Amerika Serikat menyita produk dari China diduga rambut Muslim Xinjiang.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON— Pemerintah federal Amerika Serikat menyita kiriman produk-produk China yang terbuat dari rambut manusia. Diduga rambut-rambut itu berasal dari kaum Muslim yang berada di kamp-kamp kerja paksa di provinsi Xinjiang, China. Baca Juga Pejabat Pabean dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat mengatakan ada 13 ton tenun dan produk rambut lainnya senilai 800 ribu dolar Amerika Serikat yang ada dalam pengiriman tersebut.
Seorang aktivis Uighur Amerika, Rushan Abbas, mengatakan para wanita yang menggunakan rambut tenun harus memikirkan tentang rambut siapa yang digunakannya. Saudara perempuan Abbas sendiri hilang di China hampir dua tahun lalu dan diyakini dikurung di kamp penahanan itu. Kedua eksportir itu sendiri berada di wilayah barat jauh Xinjiang. Di mana selama empat tahun terakhir sebanyak satu juta lebih etnis minoritas ditahan.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Alasan Pemain Rugby Muslim Amerika Serikat tak Rayakan Ultah |Republika OnlineAtlet rugby Muslim Sonny Bill Williams tak rayakan hari ulang tahun.
Baca lebih lajut »
Mahathir Anggap Israel Terus Adu Domba Negara Muslim |Republika OnlineMahathir meminta negara Muslim bersatu lawan Israel.
Baca lebih lajut »
Fakta-fakta Pemuda Benarkan Arah Kiblat Temannya, Bukan Seorang Muslim & Tidak Terjadi di Indonesia - Tribunnews.comPemandangan indahnya toleransi dibagikan oleh akun twitter bernama AFAAG116.Video ini ini menunjukkan seorang temannya yang sedang memperbaiki kiblat
Baca lebih lajut »
Kanada Kini Punya Pejabat Muslim Pertama, Salma Khan |Republika OnlineSalma Lakhani, merupakan pejabat Muslim pertama di Kanada.
Baca lebih lajut »
Gelombang Transformasi Muslim di Dunia Barat |Republika OnlineProses transformasi Muslim terjadi di kisaran akhir abad ke-19.
Baca lebih lajut »