Amalgam adalah salah satu bahan restorasi gigi yang paling umum digunakan dalam kedokteran gigi.
Liputan6.com, Jakarta Amalgam adalah sebuah campuran atau paduan dari dua atau lebih logam, yang biasanya digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk dalam kedokteran gigi untuk restorasi gigi yang rusak. Dalam konteks kedokteran gigi, amalgam dental adalah campuran dari beberapa logam, seperti merkuri, perak, timbal, tembaga, dan timah.Amalgam dental memiliki sifat-sifat khusus, yang membuatnya cocok untuk mengisi kavitas atau lubang di gigi yang rusak, akibat karies atau kerusakan lainnya.
Berikut ini kelebihan dan efek samping amalgam yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin . Amalgam gigi adalah campuran logam, terdiri dari merkuri cair dan paduan bubuk yang terdiri dari perak, timah, dan tembaga. Sekitar setengah amalgam gigi merupakan unsur merkuri menurut beratnya. Sifat kimia unsur merkuri memungkinkannya bereaksi, dan mengikat partikel paduan perak/tembaga/timah untuk membentuk amalgam.
Di dalam bahan penambal gigi amalgam, terkandung merkuri , timah , perak , dan tembaga . Kini, amalgam telah berkembang dengan ditambahkannya senyawa fluorida agar efek anti kariogenik dalam amalgam meningkat. Komposisi amalgam yang telah ditambah dengan senyawa fluorida antara lain : stanus fluorida , perak 68%, tembaga 4,5%, timah 27%, dan seng 1,5%.3 dari 4 halamanKelebihan AmalgamDaya Tahan yang Tinggi Salah satu keunggulan utama dari amalgam dental adalah daya tahannya yang sangat baik.
Kemampuan Mengisi Kavitas Besar Kekuatan dan daya tahan amalgam dental memungkinkannya, untuk digunakan dalam mengisi kavitas gigi yang besar. Ini sangat berguna ketika gigi telah mengalami kerusakan yang signifikan, akibat karies atau trauma. Amalgam gigi juga tahan terhadap keausan, yang disebabkan oleh aktivitas mengunyah dan gesekan yang konstan.
1. Paparan Merkuri Salah satu keprihatinan utama dalam penggunaan amalgam dental adalah kandungan merkuri dalam campuran tersebut. Meskipun merkuri dalam amalgam biasanya terkunci dalam bentuk padatan dan dianggap aman, ada potensi risiko paparan merkuri selama pemasangan dan pengangkatan amalgam. Risiko ini dianggap rendah, tetapi beberapa individu mungkin lebih rentan terhadap dampak merkuri, terutama jika mereka memiliki alergi atau sensitivitas tertentu terhadap logam.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Viral Gigi Berlubang Berujung Kematian, Mengapa Bisa Terjadi? Ini Penjelasan Dokter GigiDokter gigi menjelaskan, kematian akibat penyakit DNM yang muncul dari gigi berlubang memang bisa terjadi.
Baca lebih lajut »
Jangan Sepelekan Sakit Gigi, PDGI Sebut DNM Bisa Picu Kematian pada Kasus Gigi BerlubangPB PDGI mengemukakan descending necrotizing mediastinitis (DNM) bisa menjadi salah satu pemicu kematian pada kasus gigi berlubang
Baca lebih lajut »
Pakar Bangkitkan Kembali 'Aroma Kehidupan Abadi' dari Mesir KunoPara ilmuwan berhasil merekonstruksi aroma kuno dengan mengidentifikasi bahan-bahan yang digunakan dalam balsem mumi Mesir.
Baca lebih lajut »
PAN Jadi Wadah Aspirasi Bagi Para Pedagang BeringharjoAspirasi pedagang seperti memberikan ruang bagi pelaku usaha kecil, dan menghadirkan bahan-bahan berkualitas.
Baca lebih lajut »
Daftar Hoaks Seputar Bahan Makanan Palsu, dari Beras sampai Dagingkumpulan hoaks seputar bahan makanan palsu
Baca lebih lajut »
Fenomena Alam Dijadikan Bahan Hoaks, dari El Nino hingga Cuaca PanasKumpulan hoaks seputar fenomena alam
Baca lebih lajut »