Dua alat deteksi SARS-CoV-2 yang dikembangkan Unpad-ITB tengah melalui tahapan validasi sampel virus.
, kata Yusuf, dikembangkan bersama-sama oleh ITB dan Unpad yang tergabung dalam Gugus Tugas Riset dan Inovasi Penanganan Covid-19 , yang diinisiasi dan dikoordinasikan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan Kemristek/BRIN.. Alat seukuran aki mobil itu dapat mendeteksi interaksi antara biosensor dan virus SARS-CoV-2.
Kepala Pusat Studi Infeksi Fakultas Kedokteran Unpad Bachti Alisjahbana mengatakan validasi bertujuan untuk meyakinkan atau menilai kualitas tea cepat 2.0 dan SPR. "Spesimen yang sama, kami periksakan dengan alat uji cepat Pak Yusuf dan kawan-kawan. Nanti, kita bisa lihat seberapa besar tingkat ketepatan atau kesamaannya," katanya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Alat Deteksi Covid-19 Unpad-ITB Masuki Validasi Sampel Virus |Republika OnlineValidasi bertujuan untuk meyakinkan atau menilai kualitas rapid test 2.0 dan SPR.
Baca lebih lajut »
Koperasi UMKM Alumni Unpad Mau Bikin MarketplaceKoperasi UMKM Alumni Unpad berencana membuat platform marketplace yang bakal dijadikan tempat berjualan UMKM yang tergabung di dalamnya. UMKM Unpad via detikinet
Baca lebih lajut »
Alat Deteksi Covid-19 Unpad-ITB Masuki Validasi Sampel Virus |Republika OnlineValidasi bertujuan untuk meyakinkan atau menilai kualitas rapid test 2.0 dan SPR.
Baca lebih lajut »
GTPP: 322 Orang Terkonfirmasi Positif covid-19 di Malut |Republika OnlineGTPP Malut menyebutkan hasil tes cepat di Provinsi 676 orang reaktif Covid-19
Baca lebih lajut »
Total Kasus Covid-19 di Belitung 17 Orang, 5 Sudah Sembuh |Republika OnlineSalah satu pasien Covid-19 Belitung sebelumnya dinyatakan non reaktif tes cepat
Baca lebih lajut »
12 orang di Pasar Cibinong reaktif hasil tes cepat COVID-19 oleh BINPemerintah Kabupaten Bogor mencatat ada 12 orang reaktif dari hasil tes cepat ("rapid test") massal virus corona baru penyebab COVID-19 di ...
Baca lebih lajut »