Alasan di Balik Kembalinya Tren Tie Dye di Tengah Pandemi

Indonesia Berita Berita

Alasan di Balik Kembalinya Tren Tie Dye di Tengah Pandemi
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 CNN Indonesia
  • ⏱ Reading Time:
  • 1 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 4%
  • Publisher: 53%

Tie-dye lahir kembali sebagai salah satu tren di tengah karantina pandemi Covid-19. Rupanya ada beberapa alasan di balik kemunculan tren fashion ini.

Popularitas tie dye pun dengan cepat dibaca label-label fashion terutama label busana athleisure dan pakaian harian.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

CNN Indonesia /  🏆 27. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Lapar Gelar, Alasan Sanchez Pilih Inter daripada Setan MerahLapar Gelar, Alasan Sanchez Pilih Inter daripada Setan MerahLapar Gelar, Alasan Sanchez Pilih Inter daripada Setan Merah Dapatkan total Rp 10 juta per minggu. Klik/swipe up link berita ini, ikuti Sindonews Quiz!
Baca lebih lajut »

Ini Alasan Gubernur Sulsel Belum Izinkan Masjid 99 Kubah DigunakanIni Alasan Gubernur Sulsel Belum Izinkan Masjid 99 Kubah DigunakanGubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah menegaskan belum mengizinkan Masjid 99 Kubah digunakan. Ini alasannya: Makassar
Baca lebih lajut »

Khabib Sebut Alasan Masih Bersedia Lawan McGregorKhabib Sebut Alasan Masih Bersedia Lawan McGregorPetarung asal Rusia Khabib Nurmagomedov menyebut alasan masih bersedia Conor McGregor yang sudah pensiun di ajang UFC.
Baca lebih lajut »

Alasan RI Sulit Bikin Terobosan, Dahlan: Terbentur Politik JatahAlasan RI Sulit Bikin Terobosan, Dahlan: Terbentur Politik JatahEks BUMN Dahlan Iskan menyebut Indonesia sulit menciptakan terobosan baru karena terbentur soal jatah kursi pemerintahan untuk partai politik (parpol). DahlanIskan via detikfinance
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-04-26 22:19:33