Alasan Balita Belum Boleh Diberi Kopi TempoGaya
TEMPO.CO, Jakarta - Ada kepercayaan di masyarakat yang memberikan kopi pada anak untuk menghindari terkena panas. Terkadang, anak juga diberi satu hingga dua tetes kopi yang sebenarnya hanya untuk menunjukkan kebiasaan atau budaya. Namun, Guru Besar Pangan dan Gizi dari Institut Pertanian Bogor , Prof Dr Ir Ali Khomsan, tidak menyarankan anak-anak, khususnya di bawah usia lima tahun diberi kopi karena pencernaannya sedang berkembang dan belum cukup mengenal makanan yang seharusnya disantap.
'Jadi, kalau anak-anak sampai kecanduan minum kopi maka kemungkinan tekanan darahnya naik secara gradual sampai dewasa nanti tiba-tiba dia sudah jadi penderita hipertensi,' tuturnya, seraya menyarankan pasien hipertensi sebaiknya menjauhi kopi.Herbal juga tak dianjurkanAli menambahkan, sama dengan kopi, herbal juga sebaiknya tak dulu diperkenalkan pada balita mengingat belum ada penelitian yang mengujicobakan herbal tertentu pada anak.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Belum Terungkap Motif Wowon Korbankan 2 Anak Kandung yang Masih Balita dalam Pembunuhan BerantaiTerdapat dua anak kandung Wowon yang masih balita yang turut menjadi korban dalam pembunuhan beantai yang ia jalankan bersama Duloh.
Baca lebih lajut »
Erina Gudono Ingin Lanjutkan Studi, Kaesang: Boleh-Boleh Aja, yang Penting...Erina Gudono mengatakan, ia ingin melanjutkan studinya di jenjang strata 3 atau doktoral tapi belum tahu di dalam atau luar negeri.
Baca lebih lajut »
12 Alasan Mengapa Bayi Tidak Boleh Diberi KopiMeskipun ada beberapa manfaat kopi untuk untuk kesehatan orang dewasa, efek kopi bagi bayi justru menimbulkan banyak masalah kesehatan. Berikut alasan mengapa bayi tidak boleh diberi kopi berikut ini. Health Kopi
Baca lebih lajut »
Jokowi Tegaskan Biaya Haji Masih Kajian: Belum Final Sudah Ramai'Belum final, belum final sudah ramai, masih dalam proses kajian, masih dalam proses kalkulasi,' kata Jokowi.
Baca lebih lajut »
ODGJ Bawa Anak Balita Bikin Geger Warga Gemolong SragenOrang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dipergoki warga membawa seorang anak di bawah lima tahun (balita) di wilayah Dukuh Sentulan, Desa Kaloran, Kecamatan Gemolong, Sragen, Senin (23/1/2023).
Baca lebih lajut »
Nasib Buaya 'Gendong' Jasad Balita di Sungai MahakamSeekor buaya 'menggendong' jasad balita yang hilang tenggelam ke dasar Sungai Mahakam bikin heboh. Buaya tersebut tidak akan dievakuasi dari Sungai Mahakam.
Baca lebih lajut »