Para pengunjuk rasa iklim akan turun ke jalan-jalan di lebih dari 50 negara mulai dari Jumat (15/9) hingga Minggu (17/9), untuk menuntut agar dunia menghentikan pembakaran bahan bakar fosil yang menyebabkan pemanasan Planet Bumi. Dunia dihantam bencana kematian dan kehancuran ekonomi akibat...
“Waktu industri bahan bakar fosil sudah habis. Kita memerlukan transisi yang adil, dan kita harus menghentikan penggunaan bahan bakar fosil yang menyebabkan kerusakan lingkungan,” katanya kepadaPenyelenggara mengatakan mereka akan meminta pemerintah untuk segera mengakhiri subsidi minyak dan gas dan membatalkan rencana perluasan produksi.
Demonstrasi tersebut terjadi dua bulan sebelum KTT iklim COP28 PBB diselenggarakan pada tahun ini. Pada pertemuan tersebut lebih dari 80 negara berencana untuk mendorong perjanjian global untuk secara bertahap menghapuskan batu bara, minyak dan gas. Pemerintah yang bergantung pada pendapatan minyak dan gas, dan berencana menggunakan energi berbasis bahan bakar fosil untuk meningkatkan standar hidup masyarakat miskin, diperkirakan akan menolak usulan tersebut.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Aktivis Lingkungan Kecam Bank Dunia karena Dukung Pembangunan PLTU di IndonesiaKelompok pemerhati lingkungan hidup mengajukan protes secara resmi kepada Bank Dunia karena terus memberikan dukungan keuangan untuk pembangunan dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara di Indonesia. Hal tersebut dianggap melanggar janji sejumlah pemimpin negara untuk berhenti...
Baca lebih lajut »
Polisi Setop Tilang Uji Emisi, Aktivis Lingkungan Geram: Masa Langsung Disimpulkan Tidak EfektifTilang uji emisi dari 2009 baru kali ini dilaksanakan, itupun baru sekali dilaksanakan."
Baca lebih lajut »
Resah dengan Masalah Lingkungan, Alumnus JCU, Singapore Ini Bantu Perusahaan Kurangi Dampak Perubahan IklimKisah lulusan JCU, Singapore yang bekerja sebagai konsultan yang membantu perusahan-perusahaan multinasional menghadapi perubahan iklim.
Baca lebih lajut »
Warga 2 Desa di Kotamobagu Tuntut Pembayaran Ganti Rugi Lahan TransmigrasiMereka mempertanyakan soal ganti rugi lahan di Desa Mopuya Utara dan Mopuya Selatan yang dijadikan wilayah transmigrasi oleh pemerintah Kabupaten....
Baca lebih lajut »
Kowarteg Ganjar Ajak Warga Bersih-Bersih Lingkungan di Pasar MingguSukarelawan Ganjar Pranowo yang tergabung dalam Kowarteg Indonesia mengajak warga untuk melakukan aksi bersih-bersih di kawasan Pasar Minggu, Jaksel.
Baca lebih lajut »
Aktivis Tanah di Asia Menantang Maut, Hadapi Rakusnya Korporasi MineralAda pembunuhan 16 pembela tanah dan lingkungan di Asia pada tahun 2022.
Baca lebih lajut »