Warga masih takut keluar rumah
REPUBLIKA.CO.ID, TIMIKA -- Aksi unjuk rasa menentang rasialisme meluas di berbagai wilayah di Papua dan Papua Barat. Sejak pagi, warga tempatan memilih berdiam di dalam rumah guna menghindari potensi kericuhan.
Hingga menjelang sore, aksi masih terus digelar. Warga pendatang maupun tempatan yang tak mengikuti aksi sejauh ini masih takut keluar rumah."Katanya mereka ada lempar-lempar," kata Khuzumaetin. Sedangkan di Fakfak, Papua Barat, menurut warga tempatan Jumat Patipi, aksi juga berujung kericuhan. Massa sempat melakukan pembakaran di Pasar Fakfak.
"Itu mereka datang bawa bendera Merah Putih terus kasi bubar aksi. dari Seram juga ikut," kata dia.Fakfak memang memiliki demografi agak berbeda dengan wilayah-wilayah lain di Papua dan Papua Barat. Wilayah itu terbilang lebih dulu kedatangan penduduk dari Maluku dan Sulawesi ketimbang daerah lainnya di Tanah Papua.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Ratusan Warga Nabire Gelar Aksi Minta Insiden Rasialisme Diusut TuntasMasyarakat meminta agar kasus tersebut diproses secara hukum dan keamanan mahasiswa Papua dijamin.
Baca lebih lajut »
Aksi Antirasialisme Meluas di Papuawarga tempatan tak memilih berdiam di dalam rumah guna menghindari kericuhan
Baca lebih lajut »
Sesalkan Kekerasan di Jatim, Warga Papua di Yogya Gelar AksiMassa yang tergabung dalam Persatuan Rakyat untuk Pembebasan Papua Barat (PRPPB) melakukan aksi damai di Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Seperti apa? Papua MahasiswaPapua
Baca lebih lajut »
12 Ribu Warga India Gelar Aksi Dukung IsraelDi bawah PM Modi dan PM Netanyahu, hubungan India-Israel tunjukkan perubahan positif.
Baca lebih lajut »
Fakfak Rusuh hingga Pasar Terbakar, Warga Teriak: Saya Tidak Takut Mati demi Merah Putih - Tribun WowKerusuhan di Fakfak itu juga diikuti dengan pembakaran bangunan Pasar Thumburuni, warga turun ke jalan dan berteriak.
Baca lebih lajut »