Akademisi Tak Setuju Food Estate Disebut Picu Perubahan Iklim

Indonesia Berita Berita

Akademisi Tak Setuju Food Estate Disebut Picu Perubahan Iklim
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 Bisniscom
  • ⏱ Reading Time:
  • 54 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 25%
  • Publisher: 59%

Akademisi kurang setuju dengan kritik Green Peace Indonesia soal keberadaan food estate memicu masalah perubahan iklim.

Bagikan A- A+ Bisnis.com, JAKARTA – Guru Besar IPB University Bayu Krisnamurthi menanggapi kritikan dari Green Peace Indonesia soal program food estate atau lumbung pangan yang memicu masalah perubahan iklim di Kalimantan dan Papua.

Berdasarkan usulan dari Kementerian Pertahanan, yang ditugaskan Jokowi untuk menggarap lumbung pangan, terdapat 775.757 hektare lahan mulai dari Bangka Belitung hingga Papua yang akan digarap. Sementara itu, Menteri Pertahanan , Prabowo Subianto, menegaskan kembali bahwa dalam bentuk menjaga ketahanan pangan, dirinya telah mengusulkan pembuatan food estate dengan ketersediaan 16 juta hektare lahan potensial.

Alhasil, sejak berlanjutnya perjalanan food estate di 2020, beberapa progres food estate, yakni di Kalimantan Tengah yang sedang dikembangkan oleh Kementerian Pertanian sekitar 60.000 hektare. Kemudian, di Sumatra Utara telah mencapai 7 hektare dari target yang ditetapkan sebanyak 22 hektare. “Kira-kira hutan alam yang luasnya 700an hektare yang sudah dibabat habis untuk program Food Estate Kementerian Pertahanan ini, siapa yang akan melakukan restorasi & pemulihan? @jokowi. Sementara masyarakat di desa-desa yang berada di hilir sejak area tersebut dibuka mengalami kebanjiran yang berulang,” cuit @k1k1taufik dikutip, Minggu .

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

Bisniscom /  🏆 23. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

4 Orang Satu Keluarga Tewas, Adrianus Meliala: Mungkin Tak Tahu, atau Tak Mau Minta Tolong4 Orang Satu Keluarga Tewas, Adrianus Meliala: Mungkin Tak Tahu, atau Tak Mau Minta TolongAdrianus Meliala sebut berbagai kemungkinan tewasnya satu keluarga di Kalideres, dan persoalan menutup diri dengan lingkungan sekitar.
Baca lebih lajut »

Indonesia Tak Persoalkan Jika KTT G20 Tak Hasilkan Komunike Bersama | merdeka.comIndonesia Tak Persoalkan Jika KTT G20 Tak Hasilkan Komunike Bersama | merdeka.comIndonesia Tak Persoalkan Jika KTT G20 Tak Hasilkan Komunike Bersama
Baca lebih lajut »

Dapat Perlakukan Tak Mengenakkan dari AQUA, Bupati Solok: 'Tak Menghargai Pemerintah Daerah' - Tribunnews.comDapat Perlakukan Tak Mengenakkan dari AQUA, Bupati Solok: 'Tak Menghargai Pemerintah Daerah' - Tribunnews.comKasus pemutusan hubungan kerja (PHK) 101 karyawan PT Tirta Investama di Solok telah terdengar ke Bupati Epyar di Asda.
Baca lebih lajut »

Pengamat Militer: Putin Tak Hadiri KTT G20 karena Tak Mau RI RepotPengamat Militer: Putin Tak Hadiri KTT G20 karena Tak Mau RI RepotPengamat militer Connie Rahakundini Bakrie yang menghadiri penutupan 'the 19th Annual Meeting of the Valdai Discussion Club' di Moskow, Rusia
Baca lebih lajut »

Putin Tak Hadiri KTT G20, Connie: Tak Mau Repotkan IndonesiaPutin Tak Hadiri KTT G20, Connie: Tak Mau Repotkan Indonesia'Putin tidak mau Indonesia 'berantem' dengan negara lain, terutama anggota G7 (negara barat), karena kehadirannya,' kata Connie.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-27 08:14:20