Akademisi Nilai Laporan World Bank tak Tepat, Harga Beras Indonesia Terendah Kedua Asean |Republika Online

Indonesia Berita Berita

Akademisi Nilai Laporan World Bank tak Tepat, Harga Beras Indonesia Terendah Kedua Asean |Republika Online
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 40 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 19%
  • Publisher: 63%

Harga beras di Indonesia masih berada di titik normal dan masih dalam jangkauan

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Guru Besar Universitas Hasanuddin, Rusnandi Pandjung, menilai harga beras di Indonesia terbilang rendah karena berkisar di Rp 10 ribu per kilogram . Harga tersebut justru menjadi harga terendah nomor dua di Asean jika dibandingkan dengan harga beras di sejumlah negara lainya.

Baca Juga "Karena itu, tingkat produksi beras Indonesia harus dipertahankan secara berkelanjutan sesuai tingkat konsumsi. Pemerintah tidak hanya berpihak pada konsumen, tetapi juga pada produsen ," ujarnya, dalam siaran pers. Menurut Bank Dunia, mahalnya harga beras disebabkan karena adanya kebijakan pemerintah untuk mendukung harga pasar bagi produsen di sektor pertanian yang meliputi pembatasan perdagangan seperti tarif impor, monopoli impor BUMN untuk komoditas utama serta kebijakan harga pembelian minimum di tingkat petani.

"Jangan begitu harga beras naik, lantas hanya memberi solusi impor. Kita jangan membiarkan impor beras terbuka luas yang membuat harga jatuh lalu menyebabkan petani malas bertani. Ini keliru menurut saya," ujarnya.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

republikaonline /  🏆 16. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Akademisi Nilai Harga Beras Indonesia Masih Rendah, Laporan World Bank Tidak TepatAkademisi Nilai Harga Beras Indonesia Masih Rendah, Laporan World Bank Tidak TepatSebagai negara dengan beras sebagai makanan utama penduduknya, Indonesia tidak boleh tergantung pada impor beras, karena volume perdagangan beras dunia sangat kecil
Baca lebih lajut »

Akademisi: Laporan World Bank Tak Tepat, Harga Beras Indonesia Terendah ke-2 di Asean | merdeka.comAkademisi: Laporan World Bank Tak Tepat, Harga Beras Indonesia Terendah ke-2 di Asean | merdeka.comGuru Besar Universitas Hasanuddin, Rusnandi Pandjung menilai harga beras di Indonesia terbilang rendah karena berkisar di Rp 10 ribu per kg. Harga tersebut justru menjadi harga terendah nomor dua di Asean jika dibandingkan dengan harga beras di sejumlah negara lainnya.
Baca lebih lajut »

Pesan Menag di Perayaan Natal 2022: Tebarkan Nilai-nilai KebaikanPesan Menag di Perayaan Natal 2022: Tebarkan Nilai-nilai KebaikanMenag berharap perayaan Natal 2022 menjadi perayaan solidaritas bukan hanya antarumat Kristiani, tetapi juga solidaritas antarsesama warga negara
Baca lebih lajut »

Harga Bitcoin Cs Anjlok, Nilai Transaksi Aset Kripto di RI Turun Drastis hingga 65 PersenHarga Bitcoin Cs Anjlok, Nilai Transaksi Aset Kripto di RI Turun Drastis hingga 65 PersenBappebti Kementerian Perdagangan mencatat nilai transaksi aset kripto di Indonesia turun drastis sepanjang tahun 2022.
Baca lebih lajut »

Zulhas Bantah Bank Dunia Soal Harga Beras IndonesiaZulhas Bantah Bank Dunia Soal Harga Beras IndonesiaZulhas Bantah Harga Beras RI Tertinggi di ASEAN
Baca lebih lajut »

Harga Beras RI Disebut Paling Mahal se-ASEAN, Mendag: Siapa Bilang? Enggak!Harga Beras RI Disebut Paling Mahal se-ASEAN, Mendag: Siapa Bilang? Enggak!Bank Dunia menyebut harga beras di Indonesia yang paling mahal se-ASEAN. Mendag Zulhas pun menyangkal pernyataan itu dan menilai bahwa data tersebut salah.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-03-03 15:40:50