Anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Solo, Susanto, menyebut kondisi pendapa Dalem Kepatihan Mangkunegaran sudah telanjur rusak.
Sebab, sedari awal pembongkaran itu dilakukan dalam posisi sudah jelasnya status bangunannya. Pernyataan tersebut dia sampaikan saat diwawancara Solopos.com melalui telepon seluler , Selasa sore.“Kalau untuk teknis, saya sudah tidak bisa memberi komentar lagi. Seharusnya orang yang tahu cagar budaya tahu prosedurnya. Di situDengan kondisi seperti itu, Susanto menilai urusannya tidak lagi tentang prosedur penanganan bangunan cagar budaya. “Berarti urusannya tidak lagi prosedur cagar budaya.
Menilik kondisi yang terjadi, Susanto justru menekankan pentingnya untuk menghentikan aktivitas pembongkaran dan pembangunan kembali Dalem Kepatihan Mangkunegaran. Sebab bila dilanjutkan, belum ada gambarannya. Pertama, dia mengatakan, harus ada pengajuan surat pemilik aset kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Solo. Setelah ada surat itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan membahasnya bersama Tim Ahli Cagar Budaya atau TACB.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
6 Gedung Sekolah Berstatus Cagar Budaya di Jogja Dipugar, Ini DaftarnyaPemkot Jogja menganggarkan ratusan juta rupiah untuk perbaikan bangunan enam sekolah yang berstatus sebagai cagar budaya.
Baca lebih lajut »
BPK Jateng DIY Apresiasi Gibran Setop Konstruksi Dalem Kepatihan MangkunegaranBalai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jateng-DIY menyatakan revitalisasi benda cagar budaya sebenarnya boleh sesuai dengan UU No.11/2010 tentang Cagar Budaya.
Baca lebih lajut »
Sidang 'Obstruction of Justice' Kubu Irfan Widyanto Hadirkan Ahli IT dan Ahli PidanaDalam sidang kali ini, pengacara Irfan akan menghadirkan dua orang ahli, yakni ahli IT dan ahli pidana.
Baca lebih lajut »
4.000 Kue Keranjang Disebar, Begini Kemeriahan Kirab Budaya Grebeg Sudiro SoloKirab didukung oleh 56 kelompok kesenian dengan mengangkat tema Merajuk Harmoni dalam Kebhinekaan.
Baca lebih lajut »