ACT khawatir tenda-tenda pengungsi tidak efektif dan laik untuk dijadikan hunian.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aksi Cepat Tanggap berencana membangun selter atau hunian sementara bagi para korban gempa bumi di wilayah Provinsi Maluku. Hingga kini, para penyintas masih mengungsi dengan kondisi cukup memprihatinkan.
Melihat kondisi saat ini yang sebentar lagi memasuki musim hujan, ACT khawatir tenda-tenda pengungsi tersebut tidak efektif dan laik untuk dijadikan hunian sementara atau penampungan. Apalagi, kata dia, bisa saja selama satu tahun ke depan para pengungsi yang kehilangan rumah, harta benda bahkan anggota keluarga tersebut belum memiliki rumah yang bisa dijadikan tempat tinggal permanen.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Daftar Bedah Rumah Swadaya, Bisa Dapat Bantuan Renovasi dan Bangun Hunian Rp 35 JutaBSPS atau bedah rumah adalah bantuan pemerintah bagi MBR.
Baca lebih lajut »
ACT bangun selter bagi korban gempa MalukuLembaga kemanusiaan nirlaba Aksi Cepat Tanggap (ACT) berencana membangun selter atau hunian sementara bagi para korban gempa bumi di wilayah Provinsi Maluku, ...
Baca lebih lajut »
Wapres JK Ancam Putus Listrik dan Air Bagi Warga yang Nekat Bangun Hunian di Zona Rawan Bencana - Tribun PaluWapres JK mengatakan bahwa mereka yang memperbaiki kembali rumahnya yang masuk dalam zona rawan bencana tidak akan diberikan dana stimulan perbaikan
Baca lebih lajut »
Target Ekspor ke Amerika, Oneject Bangun Pabrik Baru Alat Suntik Rp350 MPabrik ini memiliki kapasitas produksi 900 juta Alat Suntik Sekali Pakai per tahun dan 1,2 miliar Jarum suntik dengan Pengaman/Safety...
Baca lebih lajut »
Bangun Septic Tank Komunal, DKI Anggarkan Rp 166 MiliarMasih banyak warga DKI yang membuang limbah BAB di Sungai.
Baca lebih lajut »
Atasi Tawuran Remaja Lewat Musik, Petugas PPSU Ini Berharap Pemprov DKI Bangun Studio GratisKeyakinan itu diutarakan Angga berdasarkan pengalamannya menyatukan dua kelompok pemuda yang kerap tawuran di Duri Pulo melalui acara musik.
Baca lebih lajut »