Saat ini terdapat sebanyak 53 kelurahan dari 86 kalurahan di daerah kita masuk zona merah atau berisiko tinggi dalam penularan Covid-19.
Ilustrasi - Sebesar 61 persen kelurahan di wilayah Kabupaten Sleman saat ini berada dalam status zona merah Covid-19. – Sebesar 61 persen kelurahan di wilayah Kabupaten Sleman saat ini berada dalam status zona merah Covid-19.
"Saat ini terdapat sebanyak 53 kelurahan dari 86 kalurahan di daerah kita masuk zona merah atau berisiko tinggi dalam penularan Covid-19," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Cahya Purnama di Sleman, Rabu , seperti dikutip dariPada pekan lalu, lanjutnya, sebanyak 21 kalurahan yang masuk zona merah di Sleman, sehingga pada pekan ini kenaikannya mencapai sekitar tiga kali lipat.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Satgas Covid-19: Masih Ada yang Menyepelekan Penularan Covid-19 |Republika OnlineSaat kasus Covid-19 sedang tinggi, Satgas lihat masih ada yang menyepelekan virus.
Baca lebih lajut »
Covid-19 Mulai Meningkat, Beberapa Daerah Hentikan PTM 100 PersenPembelajaran tatap muka (PTM) terbatas 50 persen dapat dilakukan di daerah yang menerapkan PPKM level 2.
Baca lebih lajut »
Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Surabaya Capai 94,5 Persen |Republika OnlinePemkot Surabaya berinisiatif memperkuat testing dan tracing.
Baca lebih lajut »
5 Persen Nakes di Jakpus Terpapar Covid-19'Nakes itu bisa terpapar covid-19 kapanpun karena mereka garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan. Tapi semua nakes kedisiplinan protokol kesehatan (prokes) selalu diutamakan,'
Baca lebih lajut »
Positif Covid-19, Lima Persen Nakes Puskesmas-RSUD di Jakarta Pusat Masih Jalani Isolasi |Republika OnlinePuskesmas Kebon Sirih di Jakarta Pusat tutup sementara karena nakes positif Covid-19.
Baca lebih lajut »
Satgas Covid-19: BOR Nasional Capai 24,77 PersenWiku mengatakan, pemerintah telah menyusun strategi untuk menangani naiknya perawatan di rumah sakit akibat Covid-19.
Baca lebih lajut »