Ada kategorisasi saham-saham untuk memudahkan investor memahami karakteristik perusahaan.
atau potensi pasar sudah mentok.Pertumbuhan perusahaanbiasanya memiliki pertumbuhan di bawah pertumbuhan produk domestik bruto negara tersebut.
Namun, baru-baru ini GGRM melakukan inovasi yang tidak sejalan dengan bisnis utamanya di bidang rokok. Keberhasilan penambahan produk akan memberikan potensi pertumbuhan laba bersih perusahaan. Namun, laba bersih yang sudah cukup besar membuat kontribusi terhadap total laba bersih tidak begitu signifikan.Perusahaan tipe ini biasanya memiliki kapitalisasi pasar kecil dan pertumbuhan agresif 20-25% tiap tahunnya. Dalam jangka panjang, emiten tipe ini berpotensi memberikan imbal hasilKecilnya skala bisnis perusahaan berpotensi memberikan ruang pertumbuhan.
Emiten IHSG yang memiliki karakteristik tersebut ialah PT Akasha Wira International . Sejak 2017, perusahaan konsisten membukukan pertumbuhan laba bersih. Salah satu faktornya adalah produk perseroan yang unik. Strategi berinvestasi di kategori ini perlu pemahaman sektoral yang baik. Investor perlu memiliki keyakinan untuk membeli di saat industri terpuruk.Salah satu perusahaan dengan kategori ini adalah PT Bumi Resources Tbk . Tahun 2020, BUMI membukukan kerugian hingga Rp 4,7 triliun. Namun, tahun 2021 perusahaan mampu meraup laba Rp 3,1 triliun. Bahkan, tahun 2022 mencapai titik tertingginya hingga Rp 8,6 triliun.
Keberhasilan kolaborasi dengan perusahaan teknologi menjadi peluang perusahaan kedepannya bertumbuh tanpa perlu 'bakar duit'.Kategori ini merupakan perusahaan yang memiliki aset tersembunyi yang nilainya perlu penelusuran mendalam, baik laporan keuangan atau data lainnya.Salah satu perusahaan aset play adalah PT Bekasi Fajar Tbk . Melansir presentasi pubex, BEST memiliki aset tanah atauDengan asumsi harga tanah Rp 500 ribu per meter persegi, aset tanah BEST ~Rp 3,5 triliun.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
IHSG Berakhir Hijau, Saham ASII Pesta Cuan, UNVR BoncosSebanyak 297 saham menguat, 236 saham terkoreksi, dan 204 saham stagnan pada penutupan IHSG hari ini.
Baca lebih lajut »
Saham ADRO dan UNTR Pesta Cuan saat Indeks Bisnis-27 MerahTerdapat 9 saham di zona hijau, 5 saham stagnan, dan 13 saham melemah pada pembukaan Indeks Bisnis-27 hari ini.
Baca lebih lajut »
Saham SMGR dan UNTR Raup Cuan saat Indeks Bisnis-27 Dibuka KoreksiIndeks Bisnis-27 dibuka koreksi 0,42 persen ke posisi 584,86 pada perdagangan Selasa, (9/5/2023). Saham SMGR dan UNTR justru pesta cuan.
Baca lebih lajut »
IHSG Diprediksi Rawan Terkoreksi, Cermati Saham-Saham IniIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi rawan terkoreksi dan bergerak di area 6.673 hingga 6.705 pada perdagangan hari ini.
Baca lebih lajut »
IHSG Dibuka Melemah ke 6.762, Saham-saham Big Caps TerkoreksiIHSG melanjutkan pelemahan pada pembukaan perdagangan Selasa (9/5/2023) di posisi 6.762,14. Mayoritas saham big caps terpantau terkoreksi.
Baca lebih lajut »
IHSG Diprediksi Rebound, Cermati Saham-Saham IniIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi mampu rebound pada perdagangan hari ini, Rabu (10/5/2023) dan bergerak di rentang 6.700 hingga 6.850.
Baca lebih lajut »