Enam personel dari Polda Sultra dan Polres Kendari diperiksa Propam karena diduga melakukan pelanggaran SOP saat pengamanan demo mahasiswa di DPRD Sultra.
Dua mahasiswa Universitas Halu Oleo Randi dan Muh Yusuf Kardawi tewas dalam aksi demo mahasiswa menolak pengesahan RKUHP di depan DPRD Sultra pada 26 September lalu. Randi tewas karena tembakan peluru, sementara Kardawi yang sempat kritis kehilangan nyawa akibat luka disebabkan benda tumpul.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Kasus Penembakan Mahasiswa di Kendari Diambil Mabes Polri, Polda Sultra Jadi TerperiksaDi kasus penembakan 2 mahasiswa saat unjuk rasa, Polda Sultra merupakan bagian dari obyek terperiksa dan seluruh penanganan kasus ada di Mabes Polri.
Baca lebih lajut »
Kapolda Sultra Janji Ungkap Kasus Kematian 2 Mahasiswa Kendari Secara TransparanKapolda Sultra Brigjen Pol Merdisyam menjelaskan, penanganan kasus kematian mahasiswa saat demo menjadi sangat prioritas.
Baca lebih lajut »
Ungkap Kematian Mahasiswa Di Sultra, Polisi Lakukan Uji BalistikDi sisi lain, Kepolisian Daerah Sultra yang baru saja berganti pimpinannya akan segera melakukan konsolidasi internal dan menjalin komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Sultra dan elemen masyarakat di Kendari untuk menuntaskan kasus tersebut.
Baca lebih lajut »
Ombudsman: 13 polisi Sultra dan senjatanya diamankan - ANTARA TV
Baca lebih lajut »
Mabes Polri Ungkap 6 Polisi Bawa Senjata Api Saat Demo di SultraEnam anggota polisi itu diperiksa Propam Polri terkait tewasnya mahasiswa karena tertembak.
Baca lebih lajut »
Kapolda Sultra: Investigasi 2 Mahasiswa Halu Oleo TerbukaInvestigasi terbunuhnya 2 mahasiswa Halu Oleo dijamin transparan.
Baca lebih lajut »