Marak penjualan batang pohon yang diklaim sebagai tanaman bajakah, berikut rangkuman penjelasan ahli mengenai tanaman ini.
ramai diperbincangkan khalayak beberapa waktu lalu, di berbagai media sosial banyak orang-orang mengambil celah atas pemberitaan tersebut.
Dengan mudahnya, di berbagai platform sosial media dan televisi, ditemukan penjualan batang yang diklaim merupakan tanaman bajakah.bukan spesies tanaman Kepala Balitbang Kementerian Kesehatan Siswanto menjelaskan, bajakah dalam bahasa dayak mempunyai arti akar-akaran. Sehingga, bajakah bukan nama spesies tanaman.
Siswanto menjelaskan, bajakah secara indigeneous digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk pengobatan secara tradisional.Bagian batang pohon ini yang diyakini dapat menyembuhkan penyakit kanker, di mana batang dikeringkan, ditumbuk, dan direbus.Hasilnya, sejumlah zat seperti tannin, flavonoid, dan senyawa fitokimia terkandung pada tanaman bajakah.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Presiden sebut jalan para pahlawan adalah jalan bangsa IndonesiaPresiden Joko Widodo yang menjadi inspektur upacara renungan suci pada malam 17 Agustus 2019 di Taman Malam Pahlawan Nasional Utama Kalibata mengatakan jalan ...
Baca lebih lajut »
Air Mata Tumpah Saat Para Anggota Paskibra Mencium Merah Putih...Lagu Syukur mengiringi anggota Paskibra saat mencium Merah Putih. Tak sedikit, anggota Paskibra Mimika yang meneteskan air mata.
Baca lebih lajut »
Anggunnya Iriana Jokowi dan Para Undangan di Sidang DPRIbu Iriana Jokowi dan para tamu undangan tampil anggun dengan balutan busana nasional dalam Sidang Tahunan di DPR
Baca lebih lajut »
Para Menteri Diminta Kerja Keras untuk Pindahkan Ibu KotaPemindahan Ibu Kota tak lagi wacana setelah Presiden meminta izin MPR/DPR
Baca lebih lajut »
KLHK Beri Penghargaan kepada Para Teladan Wana Lestari 2019Sekjen KLHK Bambang Hendroyono menyerahkan penghargaan kepada para pemenang lomba dan penerima apresiasi Wana Lestari Tahun 2019. MenteriSiti
Baca lebih lajut »