Sedikitnya ada empat hal yang membuat rencana KPI mengawasi konten Youtube, Facebook dan Netflix itu dinilai bermasalah oleh netizen.
TEMPO.CO, Jakarta - Empat puluh ribuan netizen tercatat telah menandatangani petisi menolak pengawasan terhadap YouTube, Facebook, dan Netflix oleh Komisi Penyiaran Indonesia . Petisi yang dibuat oleh warganet bernama Dara Nasuiton dimuat di laman change.org dan telah berkembang viral. Hingga pukul 10 pagi hari ini, Sabtu, 10 Agustus 2019, petisi itu sudah diteken oleh 43.583 warganet.Dalam penjelasan petisi ini, ada empat hal yang membuat rencana KPI ini dinilai bermasalah.
KPI hanya berwenang menyusun dan mengawasi pelaksanaan Peraturan dan Pedoman Perilaku Penyiaran serta Standar Program Siaran atau P3SPS.Alasan ketiga yaitu karena Netflix dan YouTube menjadi alternatif tontonan masyarakat karena kinerja KPI yang buruk dalam mengawasi tayangan televisi.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
KPI Berencana Awasi YouTube, Facebook dan Netflix, Petisi Penolakan Trending di Twitter - Tribunnews.comKPI Berencana Awasi YouTube, Facebook dan Netflix, Petisi Penolakan Trending di Twitter via tribunnews
Baca lebih lajut »
KPI akan awasi konten YouTube hingga NetflixKomisi Penyiaran Indonesia (KPI) akan mengawasi konten digital dari media seperti YouTube, Facebook, Netflix dan media sejenis.\u200b\u200b\u200b\u200b\u200b\u200b\r\n\r\nKPI ...
Baca lebih lajut »
YouTube dan Netflix Akan Diawasi, KPI: Tunggu Tanggal MainnyaKetua KPI Agung Suprio mengatakan, detail kebijakan pengawasan terhadap YouTube dan Netflix masih dirumuskan.
Baca lebih lajut »
KPI 'Ngotot' Awasi Konten Netflix dan YouTubePihak KPI menilai pengawasan diperlukan sebab konten Netflix dan YouTube bisa diakses tak terbatas waktu dan usia, tak seperti konten media konvensional.
Baca lebih lajut »
Perlukah KPI pantau Netflix dan Youtube?Rencana Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk mengawasi konten Netflix dan Youtube mendapat reaksi negatif dari warganet. Sementara pengamat media meminta lembaga itu memaksimalkan dulu pengawasan terhadap acara TV konvensional.
Baca lebih lajut »