Di Indonesia saat ini terdapat 45 juta pengusaha ultramikro yang membutuhkan pendanaan, baik untuk pendanaan baru maupun tambahan
DIREKTUR Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Sunarso mengatakan bahwa terbentuknya holding ultramikro disebabkan oleh banyaknya pelaku usaha di bidang ultra mikro yang belum mendapatkan fasilitas dari lembaga keuangan.
"Ini yang menyalurkan BRI, Pegadaian, BPR, dan Fintech. Ada 30 juta yang belum tersentuh lembaga pembiayaan. 5 juta di antaranya ini mengandalkan rentenir yang bunganya 100-500% setahun. Tujuh juta lainnya pinjam ke kerabat dan sanak saudara. Sisanya 18 juta belum tersentuh sama sekali. Kita sasarannya 18 juta ini untuk dimasukkan dalam sistem keuangan.
Pembentukan holding ultramikro juga mendapatkan target dari pemerintah, yang pada 2024 mampu menyentuh 45 juta pelaku ultramikro dan pada 2022 ini ditargetkan menambah nasabah baru sebanyak 5 juta.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Detik-detik Jet Tempur F-35 Milik Amerika Kecelakaan di Kapal IndukJet tempur AS F-35 milik angkatan laut mengalami kecelakaan saat hendak mendarat di sebuah kapal induk di Laut China Selatan.
Baca lebih lajut »
BKKBN: Dari 100 Orang di Indonesia, 24 Orang di antara Alami StuntingKepala BKKBN, Hasto Wardoyo, menyebut angka stunting di Indonesia mencapai 24,4 persen, artinya dari setiap 100 orang di Indonesia, ada 24 orang mengalami stunting.
Baca lebih lajut »
Airlangga: Penangangan Pandemi di Indonesia Terbaik ke-4 di DuniaKENDARI – Ketua Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto memberikan bantahan terkait kondisi ekonomi nasional yang porak poranda selama pandemi Covid-19.
Baca lebih lajut »
Jubir Satgas Covid-19: Rt Seluruh Pulau di Indonesia Sudah Berada di Atas 1Effective reproduction number atau Rt di seluruh pulau di Indonesia sudah berada di atas angka satu yaitu mulai 1,02 hingga 1,12.
Baca lebih lajut »
Enam anak laki-laki ditahan di 'penjara' panti asuhan berminggu-minggu di Bahrain - BBC News IndonesiaSekitar enam anak lelaki berusia 14 dan 15 tahun di Bahrain dituduh melempar bom molotov yang merusak mobil dekat kantor polisi, namun dalam proses hukumnya, orang tua tidak boleh mengunjungi anak mereka di panti asuhan yang disebut seperti 'penjara', dan juga tidak boleh hadir saat interogasi.
Baca lebih lajut »