Sebanyak 31 remaja yang hendak tawuran diamankan di Kemayoran, Jakpus dikembalikan ke orang tuanya. Polisi meminta 31 ABG itu meminta maaf kepada orang tuanya.
Komarudin berharap orang tua tidak mewajarkan perbuatan anaknya itu. Sebab, lanjutnya, pada 31 remaja tersebut terdapat senjata tajam.
"Jadi permasalahan ini jangan dianggap permasalahan biasa, nggak biasa. Ini jangan dianggap persoalan yang biasa, nggak boleh kita anggap ini biasa," ujarnya Komarudin.Komarudin menegaskan, pihaknya akan memproses remaja yang terbukti membawa sajam pada kasus tersebut. Di hadapan para orang tua, Komarudin juga menunjukkan senjata tajam yang diamankan.
"Mohon maaf sekali kalau putra-putri bapak, ibu, harus berhadapan dengan hukum dan diproses sesuai dengan hukum. Ini pembelajaran biar mereka tau, jangan dikira anak-anak nggak bisa dihukum, bisa," tegasnya.Selain itu, Komarudin menuturkan, identitas 31 remaja tesebut telah dicatat dalam database kepolisian. Langkah itu, kata dia, merupakan punishment paling ringan agar para remaja tersebut tidak mengulangi perbuatannya.
"Dan mohon maaf juga untuk 31 anak identitasnya sudah kami masukan database intel, mana kala mau urus kelakuan baik kita akan cek kembali datanya. Mohon maaf sekali. Itu udah paling ringan, daripada kami jebloskan semua. Sehingga pada saat mereka nggak berubah, maka hukum akan ditegakkan," ucap Komarudin.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Polisi Dapati Sejumlah Sajam dari Puluhan Remaja Putra yang Siap Tawuran di Kawasan KemayoranPuluhan remaja putra diringkus pihak kepolisian usai didapati memiliki sejumlah senjata tajam (sajam) saat berada di kawasan sekitar Kemayoran, Jakarta Pusat.
Baca lebih lajut »
Kasus Polisi Peras Polisi, Polda Metro Jelaskan Kronologi Penjualan Tanah Milik Orang Tua Bripka MadihPolda Metro menjelaskan kronologi penjualan tanah yang dilakukan oleh orang tua Bripka Madih. Mengaku diperas sesama polisi.
Baca lebih lajut »
Polda Metro Jaya Dalami Dugaan Polisi Diperas PolisiPolda Metro Jaya Dalami Dugaan Polisi Diperas Polisi. Polda Metro Jaya kemudian buka suara terkait pengakuan Bripka Madih yang menyebut diperas saat melaporkan kasus penyerobotan lahan.
Baca lebih lajut »
Heboh Dugaan Polisi Peras Polisi: Bripka M Diminta Setor Rp100 Juta Urus Kasus Penyerobotan TanahSebelumnya, pengakuan Bripka M ini viral di media sosial salah satunya dibagikan di salah akun Instagram. Dalam video tersebut dia menyampaikan diminta uang sebesar Rp 100 juta dan sebidang tanah seluas 1.000 meter agar laporannya bisa diselidiki.
Baca lebih lajut »
Duh, Oknum Polisi Penyidik Polda Metro Jaya Memeras Polisi Rp 100 JutaSeperti tak ada habisnya, ada saja oknum polisi yang berulah . Kali ini oknum polisi Polda Metro Jaya memeras orang yang ternyata anggota polisi.
Baca lebih lajut »
Bripka Madih Akan Dikonfrontasi Terkait Viral Dugaan 'Polisi Peras Polisi'Bripka Madih mengaku diperas oleh sesama polisi saat mengurus perkara sengketa lahan orang tuanya. Polda Metro akan mengkonfrontasi Bripka Madih.
Baca lebih lajut »